Breaking News:

Studi Visa Ungkap 82 Persen UMKM telah Adopsi Teknologi Digital

Visa menemukan bahwa transformasi usaha kecil dan mikro (UKM) ke arah perdagangan digital akan terus berlanjut di tahun baru ini.

IST
Ilustrasi - UMKM perajin batik tulis. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto

TRIBUNNNEWS.COM, JAKARTA - Visa menemukan bahwa transformasi usaha kecil dan mikro (UKM) ke arah perdagangan digital akan terus berlanjut di tahun baru ini.

Sejumlah area semakin menjadi perhatian seperti keamanan, pencegahan penipuan, dan fitur pembayaran yang makin umum seperti 'buy now, pay later’ serta penerimaan pembayaran mobile.

Berdasarkan studi global bertajuk Visa Back to Business Study - 2021 Outlook pada akhir tahun 2020, sebanyak 82 persen UKM yang disurvei mengungkapkan mereka beranjak mengadopsi teknologi digital baru untuk mengikuti perubahan perilaku konsumen.

Baca juga: Cara Cairkan BLT UMKM Senilai Rp 2,4 Juta, Ini Data yang Disiapkan: Cek di eform.bri.co.id/bpum

Menyambut tahun 2021, para pelaku UKM ini semakin mempertimbangkan sejumlah teknologi pembayaran yang dinilai vital dalam memenuhi ekspektasi konsumen saat ini, di antaranya software manajemen keamanan dan penipuan (47 persen), penerimaan pembayaran nirsentuh/contactless atau mobile (44 persen), pemrosesan pembayaran melalui perangkat mobile (41 persen), fitur pembayaran cicilan atau ‘buy now, pay later’ (36 persen) dan teknologi backend pembayaran digital (31 persen).

“Berkaca dari tahun 2020, kami melihat bahwa pengalaman pembayaran digital, seperti contactless dan eCommerce, paling diminati akibat dorongan kebutuhan masyarakat dan telah semakin beranjak menjadi kebiasaan sehari-hari”, ungkap Global Head of Business Solutions Visa Kevin Phalen dalam keterangannya, Kamis (15/1/2021).

Baca juga: Kadin Berharap UMKM Masuk ke Dalam Rantai Pasok Global

Apabila tahun 2020 merupakan era pembayaran contactless dan eCommerce, maka hasil studi ini memberitahu kita bahwa tahun 2021 akan semakin menegaskan isu keamanan dan pencegahan penipuan, serta uji coba lebih banyak lagi perangkat perdagangan digital baru yang dapat membantu bisnis bertumbuh.

Semua negara yang disurvei telah mengadopsi teknologi pembayaran baru secara cepat dan perubahan perilaku konsumen terkait perdagangan.

Temuan tambahan dari studi di Brasil, Kanada, Jerman, Hong Kong, Irlandia, Rusia, Singapura, Uni Emirat Arab (UEA), dan Amerika Serikat, menyoroti besarnya dampak dari tahun 2020 dan ekspektasi untuk tahun 2021:

Dalam studi ini, tahuan 2021 penggunaan pembayaran contactless mengalami peningkatan secara global pada tahun 2020 seiring konsumen mencari cara membayar yang lebih aman di tengah pandemi.

Tren ini diperkirakan akan terus berlanjut pada tahun baru. Faktanya, pada bulan Juni 2020, hanya 20% UKM yang menawarkan pembayaran contactless untuk pertama kalinya.

Saat ini, 39 persen UKM mengungkapkan telah menerima pembayaran digital baru. Hampir tiga dari empat (74 persen) UKM berharap konsumen akan terus memilih pembayaran contactless bahkan setelah vaksin COVID-19 tersedia luas.

Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved