Selasa, 12 Mei 2026

Menkop: Ekspor Produk UMKM Masih Rendah, Baru 14,37 Persen

saat ini kontribusi produk UMKM terhadap ekspor baru mencapai 14,37 persen dari total ekspor Indonesia.

Tayang:
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Choirul Arifin
dok.
Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengakui, saat ini kontribusi produk UMKM terhadap ekspor memang masih terbilang rendah yaitu 14,37 persen dari total ekspor Indonesia.

Menurutnya, angka ini lumayan tertinggal dari negara-negara APEC lain yang sudah mencapai 35 persen. Di Indonesia, mayoritas 86 persen pelaku ekspor adalah usaha besar. 

“UMKM masih sulit menembus pasar ekspor, karena minimnya informasi pasar, dokumen persyaratan, kualitas produk yang tidak konsisten, kapasitas produksi, biaya sertifikasi yang tidak murah, hingga kendala logistik," papar Teten saat peresmian program Kolaborasi Akselerasi Mencetak 500 Ribu Eksportir Baru di 2030, Jakarta, Rabu (17/2/2021).

Teten menekankan, Indonesia sejatinya memiliki keunggulan komparatif dibanding negara pesaing. 

Baca juga: Bertahan di Era Pandemi, UMKM Dituntut Melek Digital dan Pandai Membaca Peluang

Indonesia bisa menangkap peluang pasar global melalui produk potensial ekspor UKM Indonesia antara lain pertanian, perikanan, furniture home decor, kosmetik, herbal product, indigenous product, serta muslim fashion.

Baca juga: UMKM Binaan Mendunia, Menteri Sandiaga Apresiasi Program Inkubasi Pertamina

"Saya berharap UKM dibantu oleh pemerintah bisa turut berkonsolidasi untuk menangkap peluang ini, berkontribusi dalam ekspor nasional," pungkas MenkopUKM. 

Pemerintah melakukan kolaborasi antara Kementerian/Lembaga dengan berbagai pihak antara lain Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI), Gabungan Perusahaan Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO).

Kerjasama juga dilakukan dengan Indonesia E-Commerce Association (idEA), Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Sekolah Ekspor, hingga Kadin Indonesia. 

"Saya meyakini, bersama-sama kita mampu meningkatkan daya saing UMKM untuk menembus pasar internasional," kata Teten.

Untuk meningkatkan kapasitas UMKM dalam ekspor nasional, pihaknya melakukan beberapa insiatif diantaranya mendorong UMKM masuk ke sektor formal, upaya pengelolaan UMKM berkoperasi/ berkelompok dalam skala ekonomis, serta mengembangkan UMKM berbasis komoditi unggulan. 

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved