Selasa, 12 Mei 2026

OJK Minta Investor Tak Panik Menjelang Rebalancing MSCI yang Diumumkan Besok

OJK meminta investor dan pelaku pasar modal  mengantisipasi pengumuman rebalancing indeks oleh MSCI yang akan dirilis besok.

Tayang:
dok. Kompas
ANTISIPASI REBALANCING - Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi. OJK meminta investor dan pelaku pasar modal  mengantisipasi pengumuman rebalancing indeks oleh MSCI yang akan dirilis Selasa esok. 

Ringkasan Berita:
  • OJK meminta investor dan pelaku pasar modal  mengantisipasi pengumuman rebalancing indeks oleh MSCI yang akan dirilis Selasa esok.
  • Jika terjadi guncangan pasar dalam jangka pendek akibat rebalancing ini, Kiki menegaskan hal tersebut adalah konsekuensi dari perbaikan pasar modal.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta investor dan pelaku pasar modal  mengantisipasi pengumuman rebalancing indeks oleh MSCI yang akan dirilis besok, Selasa (12/5/2026).

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi memberikan sinyal bahwa kemungkinan besar akan ada penyesuaian posisi saham Indonesia dalam indeks tersebut. 

"Besok ya kita tunggu. Tapi kan sudah selalu saya sampaikan, namanya kita melakukan perbaikan, kemungkinan ada saham yang akan disesuaikan. Ini namanya rebalancing index," ujar Friderica saat ditemui awak media di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Sudirman, Jakarta, Senin (11/5/2026).

Dia menjelaskan, saat ini kondisi indeks tersebut sedang dalam status freeze atau dibekukan sementara.  Hal ini berarti tidak akan ada emiten baru yang masuk dalam daftar, namun peluang untuk saham lama keluar tetap terbuka lebar.

"Mereka sudah bilang freeze kan, jadi tidak ada yang baru yang masuk. Tapi yang lama mungkin akan keluar. Tapi ya kita lihat, semoga ini bisa kita antisipasi dengan baik," lanjutnya.

Meski begitu, jika terjadi guncangan pasar dalam jangka pendek akibat rebalancing ini, Kiki menegaskan a hal tersebut adalah konsekuensi dari perbaikan pasar modal.

Ia mengibaratkan proses perbaikan ini seperti seseorang yang sedang mengobati tubuh agar lebih sehat di masa depan. Meskipun terasa sakit di awal, namun tujuannya adalah penguatan fundamental.

Baca juga: IHSG Ambles Usai Pengumuman Terbaru dari MSCI, Saham BBRI Anjlok 4,65 Persen

"Saya sudah beberapa kali bilang, dengan perbaikan reformasi integritas yang kita lakukan, pasti ada dampaknya. Dan kalaupun ada penyesuaian jangka pendek, kita melihat ini sebagai short term pain lah, tapi Insya Allah long term gain," tegasnya.

Menurutnya, perbaikan fundamental ini sangat penting agar pasar modal Indonesia semakin sehat dan transparan.

Meski begitu, Kiki mengingatkan agar seluruh pihak termasuk investor untuk tidak perlu panik terhadap adanya guncangan terhadap pasar tersebut.

Baca juga: Hasil-hasil Pertemuan Terbaru Bursa Efek Indonesia dan KSEI dengan MSCI

"Saya malah minta tolong sama teman-teman media. Bahwa ini adalah short term pain tapi long term gain. Jadi jangan orang terus dibikin panik. Enggak, ini memang konsekuensi dari perbaikan fundamental yang kita lakukan," tuturnya.

Kiki meyakini, dengan fundamental ekonomi Indonesia yang tetap solid serta penguatan penegakan hukum di sektor keuangan, pasar modal Indonesia akan memiliki daya tahan yang kuat.

Ia optimistis karena berdasarkan data granularitas dan keterbukaan informasi, Indonesia saat ini berada di posisi yang baik.

"Itu kan nanti bulan Juni, moga-moga tidak ya. Karena kalau kita lihat secara granularitas data dan keterbukaan informasi, itu mungkin salah satu yang terbaiklah untuk hal keterbukaan integritas. Jadi moga-moga ini menjadi pertimbangan supaya Indonesia tetap di emerging market," tandasnya.

 

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved