Breaking News:

DP 0 Persen untuk Kredit Kendaraan

DP 0 Persen, Debitur Dikhawatirkan Tidak Mampu Bayar Cicilan

Ekonom Indef Bhima Yudhistira mengatakan, dirinya mengkhawatirkan debitur atau konsumen yang mengambil pinjaman kredit kendaraan

Honda dengan warna Tricolor
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menyatakan, kebijakan relaksasi uang muka (down payment/DP) nol persen untuk kendaraan bermotor kurang pas.

Ekonom Indef Bhima Yudhistira mengatakan, dirinya mengkhawatirkan debitur atau konsumen yang mengambil pinjaman kredit kendaraan bermotor (KKB) tidak mampu bayar cicilan.

Sebab, jika DP nol persen maka akan jadi beban ke jumlah angsuran yang harus dibayarkan konsumen tiap bulan, termasuk dengan bunganya.

Baca juga: Ingat, DP Nol Persen Ringan di Awal, tapi Jumlah Cicilan Per Bulan Lebih Banyak 

"Masalah utama adalah masih tingginya risiko penyaluran kredit. Pihak bank tidak mungkin langsung berikan DP nol persen, khawatir debitur tidak mampu mencicil akan merugikan pihak bank dan jadi NPL (non performing loan)" ujarnya melalui pesan singkat kepada Tribunnews, Jumat (19/2/2021).

Parkir motor warga Kelurahan Karangmekar dan Kelurahan Setiamanah, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi di dalam area lapangan  saat mencairkan Bantuan Sosial Tunai (BST) di Lapang Rajawali Jalan Gatot Subroto, Kota Cimahi, Jawa Barat, Kamis (14/01/2021). Mulai Januari hingga April 2021 Bansos tunai diberikan dengan besaran Rp.300 ribu per bulan per Kepala Keluarga. Bansos tunai ini diberikan kepada 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Sedangkan bansos sembako diberikan setiap bulan selama satu tahun. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp 110 triliun untuk bantuan sosial se-Indonesia tahun 2021. Kepala Negara juga menambahkan, bahwa bantuan ini disalurkan untuk membantu masyarakat dalam mengatasi krisis akibat pandemi covid-19.
Ilustrasi. (TRIBUN JABAR/ZELPHI)

Menurut dia, NPL atau rasio kredit bermasalah dari perbankan yang memberikan pinjaman bisa membengkak karena berisiko tinggi.

Baca juga: Tanggapi soal DP 0 Persen, Ini Respons Indonesia Property Watch

"Apalagi, kredit kendaraan bermotor, di mana barang bergerak risikonya tinggi," kata Bhima.

Sementara dari sisi debitur dengan masih tingginya bunga kredit kendaraan bermotor membuat DP nol persen tetap menjadi beban.

"Ini karena cicilan dan bunga akan semakin berat," pungkasnya.

Penulis: Yanuar R Yovanda
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved