Breaking News:

Penanganan Covid

Industri Penerbangan Masih Terpukul Covid-19, Garuda Keluarkan Jurus Bertahan

Strategi lain yang dilakukan Garuda Indonesia agar dapat bertahan di tengah pandemi adalah mendorong bisnis kargo.

TRIBUN/DANY PERMANA
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pandemi Covid-19 hingga saat ini masih sangat berdampak terhadap sektor transportasi udara. Akibat hal ini, operator dan maskapai penerbangan harus berjuang untuk bertahan di tengah kondisi sulit akibat covid-19.

Seperti maskapai Garuda Indonesia, yang saat ini masih harus bertahan untuk tetap melayani penerbangan ke berbagai wilayah di Indonesia di tengah pandemi Covid-19.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk Irfan Setiaputra menyebutkan, untuk bertahan di tengah pandemi Covid-19 pihaknya mengurangi frekuensi penerbangan.

Menurutnya, Garuda Indonesia selama ini tidak menutup rute penerbangan ke wilayah Indonesia namun hanya mengurangi frekuensi terbangnya saja.

Baca juga: Garuda Indonesia Gratiskan Layanan Rapid Test Antigen untuk Rute Domestik, Berlaku hingga 31 Maret

Hal ini tentunya harus kita lakukan untuk bertahan di tengah masa sulit, untuk mengendalikan arus kas perusahaan. Ia juga mengatakan, meski di tengah pandemi Garuda Indonesia tetap melayani penerbangan rute domestik dan internasional meski frekuensinya dikurangi.

Baca juga: Kemenhub Siapkan Program untuk Mendukung Budaya Keamanan Penerbangan Nasional

Irfan juga menjelaskan, strategi lain yang dilakukan Garuda Indonesia agar dapat bertahan di tengah pandemi adalah mendorong bisnis kargo.

"Saat ini, Garuda Indonesia memiliki rute khusus pengiriman kargo dari Manado ke Narita, Jepang kemudian dari Bali ke Hongkong untuk komoditi ikan," ucap Irfan.

Langkah ini, lanjut Irfan, dapat membuat Garuda Indonesia bertahan dengan mengembangkan bisnis penerbangan khusus kargo.

Sementara itu menurut PT Angkasa Pura II (Persero) menyebutkan, pada 2021 ini ada tiga tantangan yang harus dihadapi sektor penerbangan.

Vice President of Corporate Communication AP II Yado Yarismano mengatakan tantangan yang pertama terkait pasar penerbangan di tengah pandemi.

"Tantangan yang kedua, terkait dengan skema operasional. Situasi pandemi tentunya membuat stakeholder penerbangan untuk memastikan aspek kesehatan bagi traveler, karyawan dan semua pihak," kata Yado saat dikonfirmasi, Jumat (5/3/2021).

Tantangan terakhir, lanjut Yado, merupakan aspek finansial. Ia menilai aspek finansial di stakeholder penerbangan akan tumbuh dibandingkan 2020 walaupun diperkirakan masih di bawah 2019 saat dunia belum dilanda pandemi Covid-19

Penulis: Hari Darmawan
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved