Breaking News:

Holding Ultra Mikro Diyakini Beri Dampak Positif ke BUMN yang Terlibat

Pembentukan holding ultra mikro harus segera dilakukan untuk mempercepat pemulihan pelaku UMKM dan khususnya ultra mikro di Indonesia.

Ria Anatasia
Anggota Komisi XI DPR RI M Misbakhun 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pembentukan holding ultra mikro harus segera dilakukan untuk mempercepat pemulihan pelaku UMKM dan khususnya ultra mikro di Indonesia.

Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun meyakini integrasi BUMN ini akan membawa dampak positif untuk masyarakat dan perusahaan yang terlibat.

Menurutnya, pembentukan holding ultra mikro sudah mendapat persetujuan banyak pihak, termasuk Komite Privatisasi yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Baca juga: Presiden Tepco Holding Jepang Akan Kembalikan 30% Gajinya ke Perusahaan

“Bank BRI, Pegadaian dan PNM akan berada dalam satu payung sebagai upaya integrasi tanpa mengeliminasi karakteristik dan kekhasan masing-masing institusi," kata Misbakhun kepada wartawan, Kamis (8/4/2021).

Politisi Golkar itu memandang kehadiran holding BUMN ultra mikro akan berdampak pada membaiknya penghimpunan dana murah masyarakat untuk diputar menjadi modal pembiayaan bagi UMKM.

Dengan perbaikan komposisi dana murah tersebut, akan tercipta pembiayaan yang lebih kompetitif untuk pelaku UMKM dan ultra mikro.

Baca juga: Pakar Nilai Pemerintah Perlu Terbitkan PP untuk Bentuk Holding Ultra Mikro

Pembentukan holding juga berdampak positif pada upaya digitalisasi layanan keuangan untuk menjangkau pelaku UMKM dan usaha ultra mikro.

“Dengan integrasi yang terjadi, maka kemampuan dan keunggulan IT yang dimiliki BRI bisa dipakai dan dikembangkan bersama-sama oleh PNM serta Pegadaian,” lanjut dia.

Di samping itu, Misbakhun yakin integrasi data UMKM antar masing-masing lembaga akan lebih baik pasca terbentuknya holding, sehingga menciptakan basis informasi yang kuat dalam memotret perkembangan UMKM.

Ekonom Senior Indef Aviliani menilai saat ini pembiayaan ultra mikro yang disalurkan Pegadaian dan PNM sudah sangat masif.

Akan tetapi, pembiayaan tersebut masih sangat bergantung pada investasi negara.

Akibatnya, biaya pembiayaan menjadi tinggi dan hal tersebut mengurangi kemampuan perusahaan serta negara untuk belanja keperluan lainnya.

"Memang permasalahan utama itu adalah pendanaan bagi (Pegadaian dan PMN). Kalau masih dibiarkan sendiri-sendiri, penyertaan modal negara naik terus. Kalau dia masuk dalam bagian BRI, dia jadi bagus," kata Aviliani.

Dia meyakini, saat ini pelaku UMKM butuh pembentukan holding ultra mikro karena keuntungan dari integrasi tersebut akan banyak didapatkan pelaku usaha.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved