Rabu, 27 Mei 2026

Tas Belanjaan Buatan Perajin UMKM Tanggulangin Sidoarjo Tembus Ritel Modern

Membuat tas bukan hanya soal produksi, tetapi juga bentuk karya seni yang membutuhkan keterampilan dan sentuhan keahlian khusus.

Tayang:
HO/IST
TEMBUS RITEL MODERN - Tote bag buatan perajin UMKM binaan Koperasi Intako di Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur. 

Ringkasan Berita:
  • Tas serbaguna tote bag bikinan UMKM Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, menembus jaringan ritel modern, untuk menjangkau pasar lebih luas.
  • Proses produksinya digarap pelaku UMKM binaan Koperasi Intako di Tanggulangin dengan tahapan detail.
  • Tote bag ini menyasar pengguna kalangan anak muda sekaligus mengajak masyarakat menekan pemakaian tas plastik.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kelompok perajin tas usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, sukses menembus jaringan ritel modern melalui pembuatan produk tas jinjing untuk membawa belanjaan (tote bag).

Tote bag made in Tanggulangin kini ada di jaringan minimarket Lawson. Tas jinjing ini dirancang praktis dan serbaguna, berbentuk kotak atau persegi panjang dengan dua tali pegangan di bagian atas dan kompartemen utama yang terbuka. 

Desainnya terbilang stylish dan fashionable menjadi pilihan populer untuk berbagai aktivitas, mulai dari bekerja, kuliah (untuk membawa laptop), traveling, hingga aktivitas belanja untuk menghemat pemakaian plastik.

Baca juga: Camilan Emping Melinjo Koncone Ngemil, UMKM Asal Solo Tumbuh dari Masa Sulit

Ketua Koperasi Intako, Zaenul Arifin (52) mengatakan, proses produksi tote bag ini yang digarap pelaku UMKM binaan Koperasi Intako di Tanggulangin Sidoaro Jawa Timur, dilakukan melalui tahapan yang ketat dan detail.

Dimulai dari pembuatan pola desain yang terlebih dahulu melalui proses pemeriksaan dan approval. Setelah disetujui, pola dipotong oleh tenaga ahli spesialis pemotongan pola.

Beberapa bagian kemudian melewati proses pembordiran menggunakan teknik khusus, terutama karena material kanvas membutuhkan keterampilan tersendiri dalam proses bordir.

Membuat tas bukan hanya soal produksi, tetapi juga bentuk karya seni yang membutuhkan keterampilan dan sentuhan keahlian khusus.

“Bikin tas itu kayak bikin karya seni. Membuat tas membutuhkan skill dan sentuhan seni dalam setiap prosesnya,” ujar Zaenul Arifin. 

Selanjutnya, potongan pola diberikan kepada pengrajin yang khusus menangani proses penjahitan. Setelah tas selesai dijahit, produk kembali menjalani pemeriksaan kualitas secara menyeluruh untuk memastikan hasil jahitan rapi dan memenuhi standar mutu sebelum akhirnya dikemas.

Firly Firlandi, Corporate Communication Manager Lawson Indonesia mengatakan, pihaknya memesan tote bag kekinian berbahan kanvas karya tangan-tangan apik dan terampil pengrajin UMKM Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo.

Tote bag ini diproduksi oleh Koperasi Intako (Industri Tas dan Koper) yang selama ini juga menjadi sentra destinasi wisata belanja koper dan tas di Jawa Timur.

Dia mengatakan, selain nyaman dipakai, tote bag ini juga menjuga simbol dukungan terhadap gerakan ramah lingkungan dan pemberdayaan UMKM lokal Indonesia.

"Dengan desain elegan dan modern, totebag ini menyasar konsumen muda, termasuk generasi Gen Z, yang kini semakin terbiasa menggunakan totebag  dalam aktivitas sehari-hari," ungkapnya dikutip Sabtu, 23 Mei 2026.

Pihaknya berharap tote bag ini bisa menjadi bagian dari kampanye penggunaan tas reusable untuk mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved