Breaking News:

Prihatin Sektor Pariwisata Terpuruk, Presiden Direktur BCA Beri Dukungan dengan Cara Ini

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan cukup prihatin dengan menurunnya kinerja sektor pariwisata nasional.

ist
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan cukup prihatin dengan menurunnya kinerja sektor pariwisata nasional. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Bambang Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bank Central Asia atau BCA mengadakan kompetisi Desa Wisata Award 2021, sebagai bentuk dukungan untuk menggairahkan sektor pariwisata di Indonesia.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan cukup prihatin dengan menurunnya kinerja sektor pariwisata nasional.

Para pelaku di industri tersebut benar-benar terpukul imbas pandemi Covid-19. Tak hanya itu, masyarakat yang berada di sekitar daerah pariwisata juga mengalami hal yang serupa.

Baca juga: KPK Periksa Staf Grup Hukum BCA terkait Kasus Korupsi Jalan di Bengkalis Senilai Rp 475 Miliar

Sejumlah desa wisata yang pada saat kondisi normal dapat mendatangkan ratusan wisatawan lokal maupun mancanegara, saat ini jumlah kunjungannya tidak stabil.

Maka dari itu, pihaknya menggagas untuk mengadakan kegiatan Desa Wisata Award 2021.

Baca juga: Polda Metro Jaya Tangkap Pelaku Pembuat Rekening Koran Palsu Bank BCA

“Keprihatinan terhadap sektor pariwisata di Indonesia mendorong BCA untuk membangkitkan motivasi masyarakat yang memiliki usaha di sekitar desa wisata," jelas Jahja dalam konferensi pers secara virtual, Senin (12/4/2021).

"Selain itu, Desa Wisata juga menjadi salah satu skala prioritas pembangunan yang dicanangkan oleh pemerintah," lanjutnya.

Sebagai informasi, dalam kegiatan Desa Wisata Award 2021, Bank Central Asia melalui Bakti BCA berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata Indonesia.

Kegiatan Desa Wisata Award 2021 direncanakan akan menghimpun peserta desa wisata yang ada di seluruh provinsi Indonesia.

Terdapat empat kategori yang nantinya akan dilombakan diantaranya Desa Wisata Berbasis Alam, Desa Wisata Berbasis Budaya, Desa Wisata Berbasis Kreatif, dan Desa Wisata Berbasis Digital.

Setiap provinsi diharapkan dapat mengirimkan empat perwakilan dari desa wisata yang ada di daerahnya. Nantinya peserta lomba akan menyusun materi program baik new business kita konsep maupun continuous improvement program yang akan dipresentasikan ke dewan juri untuk penentuan pemenang.

Kegiatan ini merupakan program yang bermanfaat dan pertama kali diadakan, sehingga akan memberikan pelajaran bagi segenap perangkat desa untuk mengadaptasi wisata dengan protokol normal baru.

Selain itu, apresiasi pembinaan dan pengembangan akan diberikan kepada Desa Wisata yang terpilih sebagai pemenang.

“Semoga kegiatan ini bisa menjaring peserta dari berbagai desa dan dapat menjadi ladang pengembangan wisata di Indonesia," pungkas Jahja.

Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved