Breaking News:

BRI Angkat Kaki dari Aceh, Begini Nasib ATM dan Layanan Nasabahnya

BRI akan menutup seluruh operasionalnya di wilayah Nangroe Aceh Darussalam (NAD).

Istimewa
Ilustrasi Kantor Cabang Bank BRI. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Bambang Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Manajemen PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) alias BRI akan menutup seluruh operasionalnya di wilayah Nangroe Aceh Darussalam (NAD).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribunnews, penutupan operasional perbankan pelat merah ini dalam rangka menindaklanjuti penerapan Qanun Lembaga Keuangan Syariah Nomor 11 tahun 2018.

Bagaimana dengan nasib nasabah yang ditinggalkan?

Corporate Secretary BRI, Aestika Oryza Gunarto mengatakan, pihaknya mendukung penuh kebijakan pemerintah daerah terkait penerapan Qanun Lembaga Keuangan Syariah Nomor 11/2018.

"Sebagai implementasinya kami secara bertahap telah mengalihkan portofolio simpanan dan pinjaman serta operasional layanan kepada BRIsyariah selama periode Juli 2019 hingga Desember 2020," jelas Aestika saat dikonfirmasi Tribunnews, Rabu (12/4/2021).

Baca juga: Segera Akses eform.bri.co.id/bpum, Ini Cara Cek Penerima BLT UMKM Rp 1,2 Juta Tahun 2021

"Saat ini sendiri BRIsyariah telah melakukan merger dan menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI)," tambahnya.

Sehingga saat ini seluruh Kantor dan E-channel BRI telah dialihkan kepada Bank Syariah Indonesia.

Baca juga: Cara Cek Penerima BLT UMKM Rp 1,2 Juta Tahun 2021, Segera Akses eform.bri.co.id/bpum

"Yaitu 11 Kantor Cabang, 15 Kantor Cabang Pembantu dan 94 BRI Unit. Sementara untuk e-channel, terdapat 444 ATM yang telah digunakan oleh BSI," ucapnya.

Jumlah SDM yang sudah diserap untuk menjalankan kantor BSI tersebut di atas adalah sekitar 69 persen termasuk yang ditempatkan di Regional Office dan Branch.

Halaman
12
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved