Breaking News:

KKP Evakuasi Paus Sperma Seberat 20 Ton Tak Hidup yang Terdampar di Cirebon

Seekor Paus Sperma (Physeter macrocephalus) ditemukan sudah tidak hidup dan terdampar di Perairan Desa Bungko, Kecamatan Kapetakan

dok Kementerian Kelautan dan Perikanan
Seekor Paus Sperma (Physeter macrocephalus) ditemukan sudah tidak hidup dan terdampar di Perairan Desa Bungko, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Seekor Paus Sperma (Physeter macrocephalus) ditemukan sudah tidak hidup dan terdampar di Perairan Desa Bungko, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Loka Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (LPSPL) Serang melakukan evakuasi paus seberat 20 ton tersebut.

Baca juga: KKP Gandeng Unair Ungkap Penyebab Terdamparnya Puluhan Paus di Madura

Kepala LPSPL Serang Iwan Taruna Alkadrie menerangkan kejadian bermula dari laporan nelayan yang menemukan bongkahan besar di perairan wilayah tangkapan ikan pada pukul 02.00 WIB dini hari 10 April 2021.

Saat itu air sedang surut dengan kedalaman kurang lebih 1,6 meter.

Ukuran paus yang cukup besar yaitu sepanjang 17,2 meter dengan bobot yang diperkirakan mencapai 20 ton, menyulitkan warga untuk melakukan evakuasi bangkai paus ke darat.

“Tim respon cepat LPSPL Serang langsung dikerahkan ke lokasi kejadian untuk melakukan penanganan terhadap bangkai paus yang mati,” ungkap Iwan dalam keterangnnya di Jakarta, Kamis (15/4/2021).

Memasuki hari keempat sejak dilaporkan, bangkai paus berhasil ditarik menggunakan alat bantu drum pelampung dan armada kapal.

Baca juga: 100 Hari Menteri Trenggono, Tegas Lawan Praktik Ilegal di Sektor Kelautan dan Perikanan

“Persiapan logistik untuk evakuasi di lapangan berupa 6 armada kapal, terpal, jaring, tali tambang, drum pelampung dan excavator bantuan Dinas Kelautan dan Perikanan Indramayu berjalan lancar, sehingga proses evakuasi ke darat dapat dilakukan di hari ini,” ungkap Iwan.

Hasil pengamatan morfologi menunjukkan bahwa Paus Sperma yang ditemukan berjenis kelamin jantan.

Belum diketahui penyebab kematian Paus.

Proses nekropsi oleh tim peneliti Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga (UNAIR) tetap dilakukan sebelum akhirnya bangkai dikubur menggunakan bantuan excavator.

Paus termasuk mamalia laut yang dilindungi secara nasional.

Kementerian Kelautan dan Perikanan telah menetapkan rencana aksi nasional (RAN) konservasi bagi semua jenis mamalia laut tersebut melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 79 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional (RAN) Konservasi Mamalia Laut Tahun 2018-2022.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Produk Populer

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved