Breaking News:

Fokus Bantu UMKM, Fintech Restock Salurkan Pendanaan Hampir Rp250 Miliar

Ia mengatakan ekosistem antara pemberi pembiayaan dengan penerima pembiayaan yang dibangun mampu membantu industri kreatif UMKM berkembang.

KONTAN/MURADI
ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Platform peer to peer (P2P) lending Restock.ID menyalurkan pendanaan hampir mencapai Rp 250 miliar untuk perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia.

CEO Restock.ID Tiar Nabilla Karbala mengatakan ekosistem antara pemberi pembiayaan dengan penerima pembiayaan yang dibangun mampu membantu industri kreatif UMKM berkembang.

"Nilai pembiayaan yang telah kami salurkan mencapai Rp 247,38 miliar, sedangkan sepanjang tahun ini saja nilainya mencapai Rp 96,99 miliar. Meski di tengah pandemi, kami terus berkontribusi untuk UMKM di Indonesia," ujar Tiar di Jakarta, Jumat (16/4/2021).

Baca juga: Bank Indonesia Dorong Digitalisasi Penyaluran Bansos Melalui Fintech

Teknologi finansial hadir menjadi jawaban bagi pelaku UMKM yang dalam mendapatkan akses pendanaan melalui bank sulit karena belum memiliki aset tetap (fixed asset) sebagai salah satu syarat dalam melakukan pinjaman.

"Kami berencana untuk membangun produk lainnya bagi para UMKM di Indonesia, agar dapat belajar dan tumbuh semakin besar melalui kerja sama di sektor teknologi dan logistik. Meski di tengah krisis pandemi, kami percaya bahwa kontribusi para UMKM di Indonesia merupakan harapan terbesar kita dalam pemulihan ekonomi negara," ucapnya.

Pendanaan tersebut bertujuan untuk membantu para pelaku UMKM untuk memperoleh pembiayaan melalui skema jaminan aset maupun inventori.

Pembiayaan ini dibutuhkan oleh pelaku usaha untuk memastikan jalannya bisnis mereka tetap tumbuh secara berkesinambungan.

"Restock.ID yang menawarkan model bisnis pembiayaan berbasis inventori, menargetkan penyaluran pendanaan tersebut kepada UMKM di sektor ritel, baik itu yang melakukan penjualan secara tradisional maupun secara digital,” katanya.

Baca juga: Sepanjang Kuartal I 2021, Fintech Alami Salurkan Pembiayaan Rp 187 Miliar

Dengan prediksi tingkat pertumbuhan tahunan majemuk rata-rata pada industri e-commerce sekitar 13 persen per tahun, maka transaksi melalui kanal digital akan tumbuh hingga mencapai Rp 700 triliun di tahun 2025 dan akan semakin besar pula kebutuhan pembiayaannya," lanjut Tiar.

Menurutnya, hal ini dapat menjadi salah satu solusi bagi usaha yang belum terhubung dengan ekosistem finansial, terutama bagi para pengusaha online yang sedang berkembang. Ia berharap, pihaknya bisa terus meningkatkan porsi portofolio pembiayaannya kepada para pelaku UMKM.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved