Breaking News:

Ciptakan Data yang Valid, Neraca Komoditas harus Dievaluasi Secara Rutin

Jika ingin meningkatkan kuantitas dan kualitas gula di dalam negeri maka ada beberapa hal yang harus dilakukan

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Petugas membawa gula rafinasi dalam ungkap kasus penyimpangan distribusi gula rafinasi yang diedarkan dan dikonsumsi di sejumlah hotel di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (1/11/2017). Petugas Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri mengungkap kasus penyimpangan distribusi gula rafinasi di Kantor PT Crown Pratama (CP) di Kedaung, Cengkareng, Jakarta Barat dengan barang bukti 20 sak gula kristal rafinasi yangmasing masing berisikan 50 kg serta 82.500 sachet gula rafinasi siap konsumsi. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Keberadaan neraca komoditas yang nantinya akan menjadi dasar pemenuhan bahan baku bagi industri di Indonesia, perlu dilakukan evaluasi secara berkala.

Evaluasi ini diperlukan untuk memastikan data yang valid jika terdapat temuan-temuan baru di lapangan. 

Ketua Forum Lintas Asosiasi Industri Pengguna Gula Rafinasi (FLAIFGR), Dwiatmoko Setiono menjelaskan, sebenarnya rencana pembentukan neraca komoditas bagus, tetapi satu hal yang penting menjadi perhatian adalah keberadaan data bahan baku yang valid. 

“Sebelum membuat neraca, kita harus tentukan stok awal berapa dan stok akhir berapa,” kata Dwiatmoko, Minggu (18/4/2021).

Baca juga: Begini Cara Pasien Diabetes Jaga Kadar Gula Darah saat Beribadah Puasa

Menurutnya, seluruh pemangku kepentingan seperti kementerian maupun lembaga, termasuk pelaku usaha harus menyepakati data awal yang akan digunakan dalam neraca komoditas. 

Apalagi, saat ini Indonesia masih dihadapkan data-data yang tidak valid, dimana data yang tercatat di atas kertas seringkali berbeda dengan fakta di lapangan. 

Selain kesamaan data, hal lain yang tak kalah pentingnya adalah kesepahaman mengenai metode pengumpulan dan analisis. 

Sehingga, kata Dwiatmoko, penyusunan neraca komoditas memerlukan penyamaan metode statistik agar tercipta kesatuan data, dan perlunya kejujuran seluruh pemangku kepentingan. 

Baca juga: Diduga Mengantuk, Pajero Sport yang Dikemudikan Perangkat Desa Seruduk Truk dan 6 Sepeda Motor

“Bisa saja data dalam neraca komoditas dibuat-buat untuk kepentingan beberapa pihak,” katanya. 

Halaman
12
Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved