Rabu, 20 Mei 2026

Percepatan Bansos dan THR Dinilai Bisa Dongkrak Daya Beli

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah berupaya mendorong kemampuan daya beli masyarakat.

Tayang:
Editor: Sanusi
ist
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah berupaya mendorong kemampuan daya beli masyarakat. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah berupaya mendorong kemampuan daya beli masyarakat.

Karena itu, dia juga sudah menyiapkan program untuk memacu keseimbangan supply dan demand.

Beberapa di antaranya, yakni dikebutnya penyaluran target output dukungan sosial. Antara lain, Bantuan Sosial Tunai (BST), Program Keluarga Harapan (PKH), kartu sembako dan lainnya.

Baca juga: Airlangga: THR Sebagai Instrumen Pendorong Konsumsi Jelang Lebaran

Program yang belum terpenuhi pada triwulan I akan didorong cair pada April hingga Mei 2021.

“Menjelang Lebaran, pemerintah akan mempercepat pencairan kartu sembako dari Juni ke awal Mei,” ujar Airlangga dalam keterangannya, Jumat (23/4).

Total penyaluran program perlindungan sosial diperkirakan Rp 14,12 triliun.

Airlangga juga mengatakan, pemerintah menyiapkan bansos beras bagi masyarakat melalui program bantuan beras 10 kilogram untuk masing-masing penerima kartu sembako.

Kendati begitu, ia kembali mengingatkan perusahaan swasta agar membayar THR kepada karyawan jelang Lebaran 2021.

Baca juga: Terobosan Menko Perekonomian Airlangga Dinilai Berdampak Positif Bagi Sektor Ketenagakerjaan

Menurut Airlangga, kasus Covid-19 yang sekarang makin terkendali mesti diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi. THR juga akan diberikan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI dan Polri.

THR dan Gaji ke-13 bisa mendorong konsumsi masyarakat. Program-program Kementerian Koordinator Perekonomian nantinya bersinergi dengan THR swasta untuk meningkatkan daya beli.

Diharapkan ekonomi bisa kembali ke level pertumbuhan pra Covid-19 sebesar 5 persen pada akhir tahun. Karena itu, ekonomi perlu tumbuh 6,7 persen di triwulan II-2021.

Ekonom Bahana Sekuritas, Putera Satria Sambijantoro meyakini, kebijakan larangan mudik memicu perbaikan ekonomi di kota besar.

Ia mengatakan, Covid-19 telah membuat tatanan ekonomi di kota besar berdarah-darah. Artinya, dengan larangan mudik yang dibarengi THR dan program bantuan pemerintah, bisa membantu perbaikan ekonomi di kota besar.

Menurut Putera, berdasarkan Google Retail Mobility, aktivitas ekonomi yang lebih cepat pulih itu ada di daerah. Antara lain di Sumatera, Kalimantan dan Jawa Tengah.

“Masyarakat di sana cukup kuat aktivitas ekonominya dibanding Jakarta dan Bali,” tutur Putera.

Putera menilai, kebijakan larangan mudik perlu didukung. Selain untuk menekan Covid- 19, juga membantu perbaikan ekonomi.

“Karena tidak ada pengalihan uang dari kota ke daerah. Larangan mudik bisa membangkitkan perputaran uang di kota besar yang sedang terpuruk,” terangnya.

Putera bilang, larangan mudik akan mendorong masyarakat mengirimkan hadiah Lebaran secara online. Bahkan, fenomena ini akan merangsang pertumbuhan ekonomi digital.

“Ada larangan mudik itu akan mendorong bisnis logistik, e-commerce dan UMKM. Masyarakat yang tidak bisa pergi akan mengirim paket atau belanja online untuk keluarga di kampung halamannya,” katanya.

Apresiasi

Direktur Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Tokopedia Astri Wahyuni mengapresiasi upaya pemerintah menyokong daya beli masyarakat. Apalagi untuk menaikkan tingkat konsumsi masyarakat melalui ecommerce.

Baca juga: Siap-siap Cair, Sri Mulyani Alokasikan THR untuk PNS Rp 45,4 Triliun

“Kami tentu mendukung usaha pemerintah mendorong kemajuan industri (e-commerce). Harapannya, ikut mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” tutur Astri.

Tokopedia juga tengah mempelajari dampaknya pada bisnis perusahaan. Mereka sudah menyiapkan berbagai produk serta program untuk memeriahkan musim belanja online saat jelang Lebaran nanti.

Sementara, Head of Category Management Bukalapak Ruth Retno Dewi sudah mengambil ancang-ancang menyambut momen puncak belanja online nasional jelang Lebaran.

Salah satunya, menyelenggarakan program utama, yakni Pilihan Jagoan Di Ramadan.

“Kami siapkan berbagai barang kebutuhan rumah tangga, hobi dan otomotif serta barangbarang lainnya yang dibutuhkan untuk Ramadan dan Lebaran,” ujar Retno.

Bukalapak juga bakal berlakukan beragam penawaran menarik, seperti Cashback hingga Rp 1 juta dan Gratis Ongkir di program Pilihan Jagoan Di Ramadan.

Retno optimistis, transaksi akan meningkat jelang Lebaran dibandingkan waktu sebelumnya. Pihaknya juga sudah mengantisipasi momen puncak belanja online.

“Jelang Lebaran, transaksi online cenderung meningkat. Kami tetap fokus menciptakan pengalaman transaksi yang aman dan nyaman bagi seluruh pengguna,” kata Retno.

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved