Breaking News:

Sambut Harbolnas Ramadhan, Shipper Siapkan Tambahan Kapasitas Operasional

Shipper saat ini menyiapkan tambahan kapasitas operasional baik dari sisi forecasting dan tenaga kerja logistik.

Istimewa
Startup Logistik Shipper Hadirkan Hackaton untuk Rancang Aplikasi Gudang Pintar. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Bambang Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Shipper, salah satu agregator logistik & warehouse di Indonesia yang menyediakan jasa pengiriman barang serta sewa gudang, bersiap turut serta menambah kapasitas operasi selama Ramadan.

Co-Founder & COO Shipper Budi Handoko mengatakan, hal tersebut sejalan dengan misi untuk mendukung UMKM dengan layanan berbasis digital.

Baca juga: ShipperHack 2021 Berhasil Ciptakan Aplikasi Gudang Pintar Untuk Dukung Digitalisasi Sektor Logistik

Diketahui pada pertengahan tahun lalu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mencatat, aktivitas belanja online meningkat hingga 400 persen selama pandemi.

Menjelang bulan Ramadan dan Idul Fitri 1442 Hijriah di tahun ini, peningkatan tren belanja online diperkirakan akan berlanjut.

Baca juga: Startup Logistik Shipper Hadirkan Hackaton untuk Rancang Aplikasi Gudang Pintar

Senada dengan Kemenkominfo, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto telah mengumumkan bahwa pemerintah akan menggelontorkan dana untuk memberikan subsidi dalam bentuk ongkos kirim (ongkir) pada pagelaran Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas).

Pada 2020, sejumlah platform e-commerce juga mendulang pertumbuhan transaksi selama periode Ramadan dan Idul Fitri.

Transaksi Shopee tumbuh empat kali lipat dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Khususnya untuk kategori busana muslim, perlengkapan rumah, makanan dan minuman dan juga kebutuhan ibu dan bayi.

Sementara Bukalapak mencatat peningkatan transaksi sekitar 10 persen dibandingkan Ramadan tahun sebelumnya, dengan kategori yang paling diminati yakni pakaian, perlengkapan ibadah, dan makanan seperti kurma, parsel, kue lebaran, serta bahan makanan.

Harbolnas Ramadan menjadi berkah dan menguntungkan konsumen, produsen, dan industri terkait, termasuk logistik.

“Kami melihat logistik merupakan pendukung strategis untuk UMKM. Data terbaru, ternyata 65 persen pelaku UMKM merasa logistik adalah ‘PR’ terbesar untuk mengembangkan usaha," jelas Budi dalam keterangannya, Senin (26/4/2021).

"Kami harap, solusi digital Shipper dapat menjadi jalan keluar untuk membantu UMKM," tambahnya.

Budi melanjutkan, Shipper saat ini menyiapkan tambahan kapasitas operasional baik dari sisi forecasting dan tenaga kerja logistik.

Selama separuh Ramadan ini, Shipper sudah mengalami lonjakan pengiriman barang mencapai 3 hingga 5 kali lipat yang sejalan dengan peningkatan transaksi e-commerce.

Tercatat, peningkatan pengiriman terbesar berasal dari UMKM pengguna Shipper di area Jabodetabek. Adanya peningkatan transaksi ini membuktikan kebijakan pemerintah telah mencapai sasaran.

"Tidak lupa momentum Ramadan digunakan oleh Shipper untuk bekerja sama dengan beberapa mitra logistik seperti JNE, AnterAja, dan SiCepat untuk memberikan promo ongkir di platform aplikasi Shipper," pungkas Budi.

Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved