Breaking News:

Penerbangan Nasional

Terdampak Pandemi, Garuda Tawarkan Program Pensiun Dini kepada Karyawannya

PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) tidak luput dari dampak kondisi darurat kesehatan yang menekan bisnis penerbangan sedunia

Garuda Indonesia
Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia meluncurkan livery khusus dalam rangka mendukung program vaksinasi Covid-19 nasional, Jumat (15/1/2021). Desain livery tersebut terpasang pada armada B737-800NG yang nantinya akan melayani berbagai rute penerbangan penerbangan domestik. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) tidak luput dari dampak kondisi darurat kesehatan yang menekan bisnis penerbangan sedunia.

Untuk lolos dari turbulensi terkini, Garuda resmi menawarkan program pensiun dini ke karyawan.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra menyatakan, kebijakan ini adalah langkah realistis di tengah situasi pandemi Covid-19.

"Ini adalah langkah berat yang harus ditempuh perusahaan. Namun opsi ini harus kami ambil untuk bertahan di tengah ketidakpastian situasi pemulihan kinerja industri penerbangan yang belum menunjukkan titik terang di masa pandemi Covid-19," ungkap dia dalam pernyataan resminya, Jumat (21/5) lalu.

Menghadapi masalah yang serupa, Perusahaan penerbangan Sriwijaya Air merumahkan dan mempersilahkan karyawannya untuk mengundurkan diri (resign). Pasalnya perusahaan tidak bisa mempertahankan kinerja di masa pandemi Covid-19.

Berdasarkan dokumen internal memo yang salinannya diterima KONTAN Senin (24/5), pihak manajemen menyatakan akibat pandemi Covid-19, likuiditas perseroan semakin menurun.

"Mempertimbangkan kondisi perusahaan yang saat ini mengalami likuiditas semakin menurun akibat wabah virus Covid-19 berkepanjangan yang berdampak pada menurunnya operasional Perusahaan," tulis dalam memo yang ditandatangani oleh Direktur Sumber Daya Manusia, Anthony Raimond Tampubolon dalam keterangan yang ditandatangani Jumat (21/5/2021).

Lebih jauh, dalam keterangan yang sama manajemen Sriwijaya Air menyebutkan dalam proses merumahkan karyawan, pihaknya berkomitmen memanggil kembali karyawan kalau operasional pesawat sudah bertambah.

Adapun poin yang disebutkan antara lain adalah Sriwijaya Air akan memberikan kebijakan uang pisah bagi karyawan yang sedang dirumahkan baik pegawai tetap maupun PKWT yang bermaksud mengundurkan diri. Besaran uang pisah bergantung masa kerja karyawan.

Lalu, bagi karyawan yang bekerja lebih dari 1 tahun dan kurang dari 3 tahun diberikan uang pisah 1 bulan gaji.

Halaman
12
Editor: Muhammad Barir
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved