Breaking News:

Pertemuan dengan Pemerintah Tiongkok, Luhut dan Erick Thohir Bahas Kerja Sama BUMN Hingga Investasi

Pertemuan membahas sejumlah agenda kerja sama penting di antaranya terkait proyek kerja sama prioritas, perdagangan, ekonomi dan investasi.

Capture Video kanal YouTube BNPB Indonesia
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat Rakornas Penangulangan Bencana tahun 2021 melalui siaran kanal YouTube BNPB Indonesia, Kamis (4/3/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews, Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Indonesia yang dipimpin Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan melakukan pertemuan tingkat tinggi dengan pemerintah Tiongkok, Sabtu (5/6/2021).

Luhut didampingi Menteri BUMN Erick Thohir, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dan Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Herbuwono.

Luhut menjelaskan pertemuan ini membahas sejumlah agenda kerja sama penting kedua negara, di antaranya terkait proyek kerja sama prioritas, perdagangan, ekonomi, dan investasi.

Kerja sama ini terangkum dalam kerja sama High Level Dialogue on Cooperation Mechanism (HDCM).

Kedua negara sepakat dalam membangun kerja sama yang saling menguntungkan yang terkait dengan BUMN, keuangan, investasi, kesehatan, dan kemaritiman.

Baca juga: Erick Thohir Ungkap Hutang PLN Capai Rp 500 Triliun, BUMN Terus Lakukan Perbaikan

Terkait pertemuan ini, Menteri BUMN Erick Thohir menjelaskan bahwa di sektor BUMN, Indonesia dan China telah menjalin sejumlah kesepakatan penting.

Terutama yang terkait proyek strategis yang kini sedang dikerjakan oleh BUMN.

Seperti kerja sama Indonesia sebagai hub regional untuk produksi vaksin, pembangunan pabrik bahan baku obat yang selama ini 90 persen impor dan R&D untuk obat herbal.

"Tentu ini merupakan hal yang positif. Komitmen kerja sama untuk kita mandiri di dunia kesehatan sebagai ketahanan nasional," ujar Erick, Sabtu (5/6/2021).

Selain itu, kerja sama pada sejumlah proyek infrastruktur vital dan kemaritiman juga disepakati untuk ditingkatkan.

Erick menegaskan bahwa kerja sama ini menempatkan narasi keberpihakan terhadap perekonomian rakyat.

Kerja sama juga dengan memperhatikan kepentingan nasional yang strategis. Proyek akan melibatkan BUMN yang akan menjadi motor pembangunan di sejumlah wilayah di Nusantara.

"Tak hanya di Pulau Jawa, melainkan pula pembangunan strategis di wilayah Timur Indonesia. Indonesia akan membangun pelabuhan perikanan di Ambon sebagai bagian untuk menyukseskan program lumbung ikan nasional," kata Erick.

Penulis: Bambang Ismoyo
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved