Breaking News:

Terdampak Pandemi, Koperasi Simpan Pinjam Diminta Ikuti Tuntutan Pasar Digital

Ahmad Zabadi mengatakan Koperasi Simpan Pinjam Sejahtera Bersama (KSP SB) menunjukkan keinginan kuat untuk bangkit.

Tribunnews.com/ Reynas Abdila
Deputi Perkoperasian Kemenkop UKM Ahmad Zabadi. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Deputi Perkoperasian Kemenkop UKM Ahmad Zabadi mengatakan Koperasi Simpan Pinjam Sejahtera Bersama (KSP SB) menunjukkan keinginan kuat untuk bangkit.

Menurutnya, koperasi simpan pinjam harus mengikuti tuntutan pasar digital.

“Sejumlah KSP seperti Keling Kumang di Sekadau Kalbar, Pintu Air di Maumere NTT atau Kopsyah BMI di Tangerang Banten kini sudah mulai melakukan spin-off, karena pilihan ini memang sesuai dengan tuntutan pasar digital saat ini,” katanya saat membuka Paripurna Rapat Anggota Tahunan (RAT) KSP SB, Senin (7/6/2021).

“Saya berharap KSP SB dapat mengikuti trend yang baik ini sehingga manfaat berkoperasi benar-benar nyata dinikmati oleh anggota dan masyarakat," lanjutnya.

Maklum, hampir setahun lebih koperasi dengan 181 ribu anggota tersebut mengalami masa cukup sulit lantaran terdampak pandemi Covid-19.

Baca juga: Menteri Teten: Koperasi Harus Jadi Solusi Pembiayaan Bagi Pelaku Usaha Mikro

Bahkan terhitung Agustus tahun lalu KSP SB oleh Pengadilan Tinggi Jakarta Pusat dinyatakan masuk dalam Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

Namun demikian koperasi tersebut tetap diizinkan beroperasi karena kesulitan yang dialami adalah faktor eksternal pandemi Covid-19.

“Saya memberi apresiasi yang tinggi kepada pengurus, anggota serta karyawan yang sudah begitu gigih dan sabar melewati masa-masa sulit selama setahun ini," kata Ahmad Zabadi.

Baca juga: Bamsoet Dorong Swasta Berdayakan UMKM

Dalam laporannya, Ketua KSP SB Vini Noviani mengatakan kendati menghadapi masa sulit di tengah pandemi covid-19, pihaknya tetap melakukan pelayanan yang optimal bagi anggotanya.

"Kami optimistis bangkit kembali dan menjadi lebih baik dari sebelumnya, itu sebabnya RAT ini kami beri tag line *Reborn* and *Rebound*," sebagai pamacu semangat segenap anggota KSP SB untuk lahir kembali dan tumbuh lebih besar," ujarnya.

Baca juga: Holding Ultra Mikro Dinilai Ciptakan Sentra UMKM di Luar Pulau Jawa

Kendati dibayangi masa sulit sepanjang 2020, terlebih dengan menurunya aset, ekuitas maupun SHU, KSP SB mampu menjaga kepercayaan anggota bahwa usaha ke depan akan kembali normal.

"Ratio keuangan kami memang mengalami penurunan dengan NPL mencapai 3,12 persen namun yang menggembirakan masyarakat masih tetap percaya bahwa kami akan bangkit, sepanjang 2020 anggota malah meningkat 4,14 persen, dari 173.875 tahun 2019 menjadi 181.072 tahun 2020," kata Vini.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved