Jurus Pemerintah agar Utang dan Defisit Tidak Naik Demi Hadapi Pandemi
strategi jangka pendek untuk hadapi dampak pandemi memang defisit dan utang akan naik, sehingga itu sesuatu yang tidak bisa dipungkiri
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan, strategi jangka pendek untuk hadapi dampak pandemi memang defisit dan utang akan naik, sehingga itu sesuatu yang tidak bisa dipungkiri pemerintah di negara manapun
Staf Khusus Menko Perekonomian Raden Pardede mengatakan, selain itu, Indonesia harus punya strategi jangka menengah dan panjang.
Baca juga: Ini 5 Provinsi Di Luar Jawa-Bali Yang Memiliki Jumlah Kasus Covid-19 Tertinggi
"Bagaimana nanti sesudah ekonominya pulih maka jumlah pembayar pajak akan tambah. Apalagi kalau ekonomi bertumbuh maka di samping jumlah pembayaran pajak tambah maka ekonomi yang akan dipajaki pun akan lebih tinggi ke depannya," ujarnya dalam webinar, Rabu (7/7/2021).
Karena itu, Raden menjelaskan, jurus pemerintah untuk mengurangi defisit dan utang ke depan adalah dengan mendorong pertumbuhan ekonomi serta pajak.
Baca juga: Gejala Sesak Nafas Covid-19 Paling Menakutkan, Ini 6 Tips Mengatasinya
"Jadi, intinya kalau kita mau mengurangi defisit, pertumbuhan ekonomi harus lebih tinggi nantinya. Kedua, adalah kita harus melakukan reformasi perpajakan, itulah strategi utamanya, tidak ada di luar itu dalam situasi krisis seperti ini," katanya.
Dia menambahkan, semua negara di dunia mau tidak mau akan melakukan pemulihan ekonomi secara maksimal demi mengejar penerimaan.
"Saya pikir negara manapun, pemimpin di negara manapun akan mengambil apapun yang harus dilakukan dalam keadaan darurat," pungkas Raden.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/raden-pardede-pengamat.jpg)