Jumat, 12 Juni 2026

Tumbuh Bersama Para Pembudidaya, eFishery Sukses Raup Revenue hingga Rp1,3 Trilliun

Perjalanan sukses eFishery tidak terlepas dari tujuan startup tersebut untuk memberikan dampak serta perubahan positif pada lingkungan sekitar.

Tayang:
Editor: Content Writer
Istimewa
Salah satu produk inovasi eFishery, eFisheryFeeder, memudahkan para pembudidaya udang dan ikan untuk menjadwalkan pemberian pangan secara otomatis. 

TRIBUNNEWS.COM -  Memulai dengan tujuan adalah fondasi penting untuk membangun startup, terutama jika tujuan tersebut adalah memberikan perubahan bagi lingkungan dan menjawab permasalahan yang ada di masyarakat.

Hal tersebutlah yang dilakukan oleh eFishery, startup di bidang perikanan yang menawarkan sebuah end-to-end platform dengan memberikan layanan bagi pembudidaya berupa penyediaan pakan serta akses finansial dan jaringan pasar. 

Startup yang didirikan oleh Gibran Huzaifah dan Chrisna ini memiliki tiga tujuan utama, yaitu menyediakan kebutuhan pangan dunia melalui akuakultur, menjadi solusi untuk mengatasi masalah fundamental dalam industri akuakultur dengan menyediakan teknologi terjangkau, serta mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi melalui ekonomi digital yang inklusif. 

Ide untuk membentuk startup ini dimulai pada tahun 2013 di Bandung. Kedua co-founder ingin menciptakan inovasi yang dapat membantu seluruh pihak yang berada dalam ekosistem akuakultur dengan menggunakan data dan teknologi. 

Gibran sendiri dulunya adalah pembudidaya ikan, sementara Chrisna memiliki pengalaman dalam pengembangan berbagai software dan hardware selama lebih dari 10 tahun.

Latar belakang serta tujuan keduanya mengantarkan mereka pada inovasi yang menjadi produk pertama eFishery, yaitu eFisheryFeeder. Kemudian, pada tahun 2014, eFishery pun berkembang dengan merekrut 3 engineer dan memulai pembangunan tahap awal.

eFisheryFeeder merupakan teknologi hardware pemberi makan ikan otomatis yang dapat dikontrol melalui smartphone.

Sebagai sebuah produk Smart Feeder, eFisheryFeeder memudahkan para pembudidaya udang dan ikan untuk menjadwalkan pemberian pangan secara otomatis dan mampu mencatat data pemberian pakan hingga pertumbuhan ikan melalui aplikasi.

Berkembang bersama para pembudidaya, investor, dan mitra

Selain tujuan, funding dan networking merupakan dua kunci penting lain dalam mengembangkan sebuah startup. Tidak terkecuali untuk eFishery.

Perkembangan startup tersebut dibarengi dengan didapatkannya funding pertama berbentuk investasi pra-seri A dari Aqua-Spark dan IdeaSource pada tahun 2015. Tahun berikutnya, eFishery pun mulai tumbuh dan membangun proses manufaktur profesional. 

eFishery juga tidak melewatkan kesempatan untuk memperluas mitra dan jaringannya hingga ke luar negeri. Tahun 2017, melalui sebuah pilot project, eFishery membangun kemitraan bersama perusahaan lokal yang telah memiliki pasar di empat negara, yaitu India, Vietnam, Bangladesh, dan Thailand.

Founder dan CEO eFishery, Gibran Huzaifah
Founder dan CEO eFishery, Gibran Huzaifah (Istimewa)

Seluruh inovasi yang dilakukan oleh eFishery selalu berorientasi pada para pembudidaya demi memberikan hasil yang memiliki impact sosial. Bagi eFishery, para pembudidaya adalah stakeholder utama, dan kepuasan mereka merupakan prioritas.

Dengan selalu berfokus pada dampak sosial, eFishery bukan hanya sebuah perusahaan rintisan, namun juga merupakan gerakan yang tumbuh bersama para pembudidaya dan berinovasi dari berbagai ide bersama.

Inovasi serta dampak yang dihasilkan oleh eFishery mendorong berbagai pihak untuk memberikan funding bagi startup tersebut, hingga akhirnya pada tahun 2018 eFishery berhasil mendapatkan funding seri A. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved