Breaking News:

Restrukturisasi Penyelamatan Waskita Karya

Upaya pemulihan kondisi keuangan Waskita Karya dimulai dengan penandatanganan Perjanjian Pokok Transformasi Bisnis dan Restrukturisasi Keuangan

Kementerian BUMN
Menteri BUMN Erick Thohir saat menyaksikan secara daring penandatanganan Perjanjian Pokok Transformasi Bisnis dan Restrukturisasi Keuangan yang ditandatangani Direktur Utama Waskita Karya dan Direktur Utama kelima kreditur di Jakarta, Jumat (16/7/2021) 

TRIBUNNEWS.COM - Pandemi Covid-19 yang menjalar di seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia telah berlangsung lebih dari 1,5 tahun.

Berbagai sektor bisnis dan industri di tanah air terkena dampak dari Pandemi tersebut termasuk perusahaan-perusahaan milik negara alias Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Waskita Karya menjadi salah satu BUMN yang terdampak secara finansial sejak tahun 2020.

Beberapa faktor yang menjadi penyebab kondisi tersebut, yaitu penurunan kinerja dan pendapatan bisnis konstruksi akibat pandemi Covid-19, beberapa pekerjaan yang mengalami kesulitan pendanaan, penundaan pembayaran atas beberapa proyek, divestasi aset aset jalan tol tertunda, dan penggunaan pinjaman jangka pendek untuk membiayai investasi jangka panjang sehingga terjadi mismatch cash flow yang cukup besar.

Waskita Karya merupakan salah satu BUMN yang berkontribusi besar, baik dalam pembangunan infrastruktur maupun pertumbuhan perekonomian nasional.

Secara umum, Waskita berkontribusi dalam membangun 22 proyek jalan tol strategis nasional, seperti tol Trans Jawa, Trans Sumatera serta tol dalam kota Jabodetabek dan Surabaya.

Tak hanya itu, Waskita Karya juga berperan dalam pembangunan transmisi, bendungan, fasilitas kereta api, bandar udara, dan pelabuhan yang termasuk dalam Proyek Strategis Nasional.

Oleh karena itu, menyelamatkan Waskita Karya tentu merupakan suatu keharusan.

Upaya pemulihan kondisi keuangan Waskita Karya dimulai dengan penandatanganan Perjanjian Pokok Transformasi Bisnis dan Restrukturisasi Keuangan yang ditandatangani Direktur Utama Waskita Karya dan Direktur Utama kelima kreditur di Jakarta hari ini (16/7/2021) yang disaksikan langsung oleh Menteri BUMN, Erick Thohir.

Dalam acara yang dilakukan secara virtual tersebut, lima kreditor yakni Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Syariah Indonesia (BSI), dan Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat (BJB) menyepakati restrukturisasi pinjaman senilai Rp 19,3 Triliun.

Halaman
123
Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved