Breaking News:

Bank Mandiri Untung Rp 12,5 Triliun, DPK Tumbuh 19,73 Persen

Laba bersih terutama ditopang dari kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 21,50 persen menjadi Rp 35,16 triliun

TRIBUNNEWS.COM/HO
Dirut Bank Mandiri Darmawan Junaidi saat memperkenalkan Livin' by Mandiri di Jakarta, Senin (8/3/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) mencatat laba bersih pada semester I 2021 sebesar Rp 12,5 triliun, tumbuh 21,45 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. 

Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan, pertumbuhan laba bersih tersebut terutama ditopang dari kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 21,50 persen menjadi Rp 35,16 triliun, serta pertumbuhan pendapatan jasa 17,27 persen menjadi Rp 15,94 triliun.

"Kami memandang tren pertumbuhan ini sebagai sinyal positif bahwa permintaan masih ada diharapkan akan terus meningkat.

Namun, kami akan tetap waspada dalam mengeksekusi rencana bisnis ke depan," kata Darmawan, Kamis (29/7/2021).

Baca juga: Kredit Bank Meningkat 0,59 Persen dan Pinjol Tumbuh 98,13 Persen di Juni 2021

Dari sisi penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), kata Darmawan, secara konsolidasi hingga kuartal II 2021 tumbuh 19,73 persen menjadi Rp 1.169,2 triliun, dengan komposisi dana murah sebesar 68,49 persen atau mencapai Rp 800,8 triliun. 

Pertumbuhan dana murah terutama di dorong oleh pertumbuhan giro sebesar 40,9 persen. 

Menurutnya, kenaikan DPK secara signifikan dan kenaikan penyaluran kredit yang positif di paruh pertama 2021 berkontribusi kepada pembentukan aset secara konsolidasi mencapai Rp 1.580,5 triliun, meningkat 16,26 persen secara tahunan.

Adapun penyaluran kredit Bank Mandiri secara konsolidasi sepanjang enam bulan pada tahun ini, mencapai Rp 1.014,3 triliun, atau naik 16,4 persen. 

Baca juga: Upaya Bank Swasta Dukung Pemerintah dalam Penanganan Pandemi 

Pertumbuhan ini ditopangsegmen wholesale banking yang tercatat tumbuh 7,13 persen menjadi Rp 534,2 triliun, dan pembiayaan ke segmen UMKM tercatat naik 20,1 persen menjadi Rp 98,3 triliun. 

"Bank Mandiri juga telah memberikan persetujuan restrukturisasi debitur terdampak pandemi kepada lebih dari 548 ribu debitur dengan nilai persetujuan sebesar Rp 126,5 triliun," tuturnya. 

"Dari nilai tersebut, hingga Juni 2021, total baki debet restrukturisasi Covid-19 sebesar Rp 96,5 Triliun, dimana 62 persen dari total debitur restrukturisasi merupakan pelaku usaha UMKM," sambung Darmawan.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved