Breaking News:

Tiga Kementerian Sepakat Hubungkan Koperasi, UMKM dan IKM ke Rantai Pasok Global

Peningkatan daya saing dalam rangka pemulihan UMKM atau IKM tengah menjadi prioritas, khususnya dalam rangka pemulihan ekonomi nasional.

ist
Acara Penandatanganan MoU Tentang Kemitraan Koperasi, UMKM dan IKM dalam Rantai Pasok BUMN, Smesco, Jakarta, Jumat (3/9/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Lita Febriani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Koperasi dan UKM, menggandeng Kementerian Perindustrian dan Kementerian BUMN bersinergi untuk menghubungkan pelaku Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) dan Industri Kecil, Menengah (IKM) untuk terhubung ke dalam rantai pasok global (global value chain).

Kolaborasi ini bertujuan untuk mendorong peningkatan ekspor dan penguatan substitusi impor.

Melalui Nota Kesepahaman yang ditandatangani ketiga kementerian tersebut, ditujukan untuk mencari potensi-potensi pengembangan kemitraan antara koperasi dan UMKM atau IKM dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun swasta.

Baca juga: Menperin Tekankan Industri Beroperasi Penuh Wajib Gunakan Aplikasi PeduliLindungi

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, menyampaikan pembangunan industri harus diarahkan pada tiga prinsip, yaitu membangun industri yang mandiri dan berdaulat, memacu industri yang maju dan berdaya saing dan mewujudkan industri yang berkeadilan dan inklusif.

"Pemberdayaan dan peningkatan peran sektor IKM sangat membantu ketahanan industri manufaktur dalam negeri," ungkap Agus saat acara penandatangan MoU di Smesco, Jakarta, Jumat (3/9/2021).

Peningkatan daya saing dalam rangka pemulihan UMKM atau IKM tengah menjadi prioritas, khususnya dalam rangka pemulihan ekonomi nasional.

Baca juga: Krisis Chip Masih Berlanjut, Kemenperin Pacu Investasi Industri Semikonduktor Dalam Negeri

Upaya tersebut memerlukan usaha yang sangat keras, progresif dan kolaboratif dari seluruh pemangku kepentingan.

"Dalam rangka pemberdayaan IKM, Kementerian Perindustrian menyelenggarakan berbagai program pembinaan dan pendampingan terhadap IKM agar mampu secara jumlah atau volume dan kualitas untuk menjadi bagian dari rantai pasok industri dalam negeri dan global, baik melalui pengembangan ekosistem rantai pasok seperti link and match dan kemitraan dengan industri besar dan BUMN, maupun melalui ekosistem digital dengan masuk ke dalam platform marketplace dan juga ke pengadaan barang pemerintah dan BUMN," tutur Menperin.

Baca juga: Diterjang Pandemi, Menperin Beri Perhatian Khusus ke Industri TPT Lewat Program Ini

Isu strategis terkait rantai pasok menjadi perhatian, hal ini disebabkan masih rendahnya kemitraan koperasi, UMKM dan IKM terhubung dalam rantai nilai global (global value chain).

Saat ini keterlibatan UMKM pada rantai pasok juga masih minim, hanya mencapai 6,3 persen dalam rantai nilai global.

Halaman
123
Penulis: Lita febriani
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved