Hatta Rajasa Dukung Percepatan Pembangunan Tol Trans Sumatera untuk Genjot PDB Wilayah
Saat ini kontribusi Sumatera terhadap PDB nasional hanya sebesar 21,73 persen. Sedangkan, kontribusi Pulau Jawa terhadap PDB nasional 57,92 persen.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ismoyo
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menilai kontribusi perekonomian Sumatera terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional masih belum maksimal.
Saat ini kontribusi Sumatera terhadap PDB nasional hanya sebesar 21,73 persen. Sedangkan, kontribusi Pulau Jawa terhadap PDB nasional mencapai 57,92 persen.
“Raksasa pulau sumatera yang memiliki potensi yang luar biasa ini baru memberikan kontribusi 21,73 persen dari PDB nasional kita. Artinya, sangat mungkin untuk ditingkatkan,” ucap Hatta dalam diskusi yang berlangsung virtual, Kamis (9/9/2021).
Untuk memaksimalkan potensi yang ada, Hatta mendorong segera mempercepat pembangunan infrastruktur seperti jalan tol Trans Sumatera atau JTTS dan juga feeder atau simpul-simpul pengumpan komoditasnya.
“Kita perlu strategi. Jika jalan tol dan feeder-feeder terbangun, yang bangkit adalah kegiatan ekonomi utama di Sumatera mulai dari kelapa sawit, karet, batubara, besi baja, wisata, semua akan bangkit dengan adanya jalan tol dan feeder,” papar Hatta.
Baca juga: Volume Transaksi Jalan Tol Selama 2020 Tembus Rp 22 Triliun
Dia menyatakan, jika jalan tol Trans Sumatera ini benar-benar sudah tersambung dari Aceh hingga Lampung, pemerintah daerah dan swasta (investor) akan membangun feeder ke jalan tol untuk menggali potensi daerah. Dengan demikian investasi akan meningkat.
Baca juga: Kemenhub Genjot TKDN di Proyek Infrastruktur Transportasi Indonesia-Jepang
Selain itu, terbangunnya simpul-simpul logistik juga akan mempercepat pasokan dan dapat menekan biaya logistik.
Manfaat lainnya, meningkatnya PDB daerah secara signifikan dan meningkatnya kunjungan wisata.
Baca juga: Modal dari Negara Cair Rp6,2 Triliun, Hutama Karya Kebut Proyek Jalan Tol Trans Sumatera
Selain itu juga akan menumbuhkan kawasan perekonomian baru dan pusat pemukiman yang lebih modern, dan tentunya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Kita perlu secara serius membangun infrastruktur yang mendorong konektivitas yang dapat menurunkan biaya logistik. Dengan demikian, kita dapat meningkatkan daya saing produk dan mempercepat gerak ekonomi kita,” ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/larangan-mudik-tol-bakauheni-terbanggi-besar-sepi-kendaraan_20210507_115558.jpg)