Breaking News:

Kementan: Sektor Pertanian Tak Pernah Terganggu Krisis, Tetap Tumbuh di Tengah Pandemi

Kementerian Pertanian mencatat kinerja sektor pertanian tidak pernah tertanggu meski terjadi krisis ekonomi, maupun kesehatan

TRIBUNNEWS/Jeprima
Ilustrasi: Petani saat memanen padi di area persawahan Desa Cibunar, Bogor, Jawa Barat,? Senin (13/9/2021). Kementerian Pertanian menargetkan produksi padi pada tahun 2022 sebesar 55,20 juta ton untuk menjalankan program prioritas peningkatan ketersediaan, akses, dan kualitas konsumsi pangan. Meningkat dari tahun lalu yang dirilis Badan Pusat Statistik mencatat produksi padi di Indonesia pada tahun 2020 mencapai 54,65 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) yang jika dikonversi menjadi beras sebesar 31,33 juta ton. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Pertanian mencatat kinerja sektor pertanian tidak pernah tertanggu meski terjadi krisis ekonomi, maupun kesehatan akibat pandemi Covid-19.

"Saat ini tetap tumbuh, sektor pertanian tidak pernah terganggu kriris. Pada masa krisis ekonomi 1997 dan 1998 saja pertanian tidak terdampak," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Kasdi Subagyo saat acara bertema Petani Bangkit Berkat Bantuan KUR, secara virtual, Kamis (23/9/2021).

Menurut Kasdi, saat awal pandemi Covid-19 melanda Indonesia pada 2020, sektor pertanian menyumbang 16,24 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) di saat sektor lainnya mengalami tekanan.

Baca juga: Banyak Kartel Pangan, Wakil Ketua MPR Pertanyakan Implementasi Kebijakan Pertanian  

"Ekspor pertanian pada 2020 mencapai Rp 451 triliun, naik hampir 16 persen dibanding perolehan tahun sebelumnya," ucap Kasdi.

Ekspor tersebut, kata Kasdi, masih didominasi dari produk perkebunan sebesar 91 persen, peternakan 6 persen, pangan 1 persen, dan hortikultura 2 persen.

Baca juga: Bantu Petani, Realisasi KUR Pertanian per 20 September Tembus Rp56,3 T

"Untuk Januari sampai Agustus 2021, ekspor hampir Rp 400 triliun. Naik 46,8 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 270 triliun," paparnya.

Kasdi menilai, adanya pertumbuhan pada sektor pertanian karena produksi di lapangan tetap berlangsung dan adanya kebutuhan meski pandemi Covid-19.

"Semua kan berhenti, elektronik maupun otomotif misalnya. Mungkin hanya 13 persen yang bisa terjual, pabrik juga beroperasi hanya 30 persen," ujar Kasdi.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved