Breaking News:

APSI Serahkan 177 Unit Oksigen Konsentrator ke Kementerian Perindustrian

Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia menyerahkan bantuan berupa 177 unit oksigen konsentrator dan 6.000 Alat Pelindung Diri (APD)

Penulis: Lita febriani
Editor: Sanusi
Lita Febriani/Tribunnews.com
APSI menyerahkan bantuan berupa 177 unit oksigen konsentrator dan 6.000 Alat Pelindung Diri (APD) kepada Kementerian Perindustrian, Jakarta, Rabu (29/9/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews, Lita Febriani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia (APSI) menyerahkan bantuan berupa 177 unit oksigen konsentrator dan 6.000 Alat Pelindung Diri (APD) kepada Kementerian Perindustrian.

Ketua Umum APSI sekaligus Wakil Direktur Utama Erajaya Group Hasan Aula, mengatakan pihaknya turut prihatin dengan kondisi pandemi yang masih terus berlangsung di Indonesia.

Baca juga: Bantu Penanganan Covid-19, Asosiasi Gula Rafinasi Donasikan 150 Unit Oksigen Konsentrator

"Dipayungi APSI dan bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian, serta dukungan dari Advan, Erajaya Group, Infinix, Oppo Samsung, Sat Nusa dan Xiaomi, kami telah berhasil menggalang bantuan untuk menghadirkan 6.000 APD dan 177 unit oksigen konsentrator atau generator system yang kritikal dalam proses perawatan pasien," tutur Hasan saat acara penyerahan di Kantor Kementerian Perindustrian, Rabu (29/9/2021).

APSI berharap masyarakat juga ikut menekan penyebaran Covid-19 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat.

Baca juga: Kemenperin Terima 1.000 Konsentrator Oksigen dari Djarum Foundation

"Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap bekerjasama menjalankan protokol kesehatan yang ketat, ikut menyukseskan program vaksinasi dari pemerintah dan bahu membahu ikut menurunkan kasus Covid-19 di Indonesia," ungkap Hasan.

Direktur PT Bangga Teknologi Indonesia (Advan) Chandra Tansri, menyampaikan bantuan yang diberikan sebagai bentuk kepedulian Advan terhadap kondisi pandemi yang masih berlangsung.

"Kami percaya alat ini dapat membantu dan digunakan semaksimal mungkin untuk penderita Covid yang membutuhkan," kata Chandra.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved