Rabu, 15 April 2026

Amerika Serikat Wajibkan Sertifikasi Bebas Cesium, Pengusaha Udang Makin Tertekan

Kasus paparan radioaktif Cesium terhadap produk udang asal Indonesia terus bergulir. Ini kebijakan AS.

Penulis: Sanusi
ist
ILUSTRASI UDANG BEKU - Pemerintah membentuk satgas lintas instansi untuk menangani temuan zat radioaktif Cs-137 pada komoditi udang beku asal Cikande, Serang, yang diekspor Indonesia ke Amerika Serikat. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kasus paparan radioaktif Cesium terhadap produk udang asal Indonesia terus bergulir.

Radiaktif Cesium sangat berbahaya jika terhirup, tertelan, atau terserap melalui luka terbuka
Bisa menyebabkan kerusakan jaringan, kanker, dan keracunan radiasi.

Terbaru, akibat kasus tersebut, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menjatuhkan hukuman.

Dalam pengumuman yang dikeluarkan pada 3 Oktober 2025, FDA mengumumkan kebijakan baru terkait impor udang dan rempah asal Indonesia.

Mulai 31 Oktober 2025, produk dari wilayah tertentu di Jawa dan Lampung hanya dapat masuk ke pasar AS jika memiliki sertifikasi impor yang memastikan aman dari kontaminasi radioaktif Cesium-137.

Kebijakan ini menandai pertama kalinya FDA menggunakan wewenang sertifikasi impor yang diberikan Kongres melalui Food Safety Modernization Act (FSMA).

Aturan tersebut memungkinkan FDA meminta jaminan bahwa pangan impor sudah memenuhi standar keamanan sebelum meninggalkan pelabuhan ekspor.

Langkah ini diambil setelah U.S. Customs and Border Protection menemukan kadar tinggi Cesium-137 dalam beberapa pengiriman udang serta dalam sampel cengkeh dari Indonesia. Hasil tersebut kemudian dikonfirmasi oleh laboratorium FDA.

Menurut keterangan resmi FDA, sertifikasi impor dirancang untuk menjaga keseimbangan antara keamanan pangan dan kelancaran arus perdagangan. “Dengan sertifikasi, produk yang memenuhi standar tetap bisa masuk, sementara produk yang berpotensi berbahaya ditahan sebelum sampai ke konsumen,” jelas FDA dalam pernyataannya.

Import Alert #99-52 kini diberlakukan khusus untuk produk udang dan rempah dari Pulau Jawa serta Provinsi Lampung di Sumatra. Dua daerah penghasil udang utama Indonesia.

Dosen Teknologi Hasil Perikanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Indun Dewi Puspita, menilai akibat kasus ini, kepercayaan pasar terhadap produk ekspor Indonesia bisa terganggu.

Ia menegaskan bahwa kasus ini tidak boleh dipandang sebelah mata karena menyangkut reputasi Indonesia di mata dunia. Menurutnya, langkah bersama dari semua sektor sangat diperlukan untuk memastikan kualitas dan keamanan produk tetap terjaga.

“Hal ini menjadi isu yang sangat penting, khususnya untuk jaminan mutu produk perikanan Indonesia,” ujarnya, dilansir situs resmi UGM, dikutip Sabtu (4/10/2025).

Indun menjelaskan bahwa zat radioaktif Cesium-137 tidak terbentuk secara alami, melainkan berasal dari aktivitas manusia seperti uji coba senjata nuklir atau kebocoran reaktor. Sifatnya yang bertahan lama membuat zat ini berpotensi masuk ke rantai pangan melalui air atau lahan tambak yang terkontaminasi, termasuk ke udang.

Hal ini menunjukkan bahwa faktor eksternal di luar kendali petambak juga bisa memengaruhi kualitas produk. Dengan siklus lingkungan yang kompleks, risiko kontaminasi menjadi tantangan besar bagi sektor perikanan. “Siklus alami memungkinkan zat ini menyebar ke lingkungan perairan dan mempengaruhi biota, termasuk udang,” jelasnya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved