Breaking News:

Dilarang di China, Transaksi Kripto Justru Didukung di Singapura

Di saat China resmi melarang semua transaksi mata uang kripto, Singapura justru mengambil kebijakan sebaliknya.

Editor: Sanusi
CPA Canada
Ilustrasi aset kripto. 

TRIBUNNEWS.COM, SINGAPURA - Di saat China resmi melarang semua transaksi mata uang kripto, Singapura justru mengambil kebijakan sebaliknya.

Bank Sentral Singapura (MAS) telah resmi memberikan linsensi pada DBS Bank dan bursa pertukaran kripto Australia yakni Independent Reserve Exchange menawarkan layanan token pembayaran digital.

DBS Vickers, unit pialangnya DBS Bank, telah mendapat izin resmi dari dari MAS.

Dengan izin tersebut, DBS akan membangun status Singapura sebagai hub kripto.

Baca juga: Mulai 8 Oktober, Raksasa e-commerce China Alibaba Stop Penjualan Peralatan Penambangan Kripto

Kedua perusahaan ini menambah aktivitas Singapura yang berkembang dalam cryptocurrency di tengah upaya negara itu meningkatkan layanan keuangan terintegrasi untuk bitcoin dan aset digital utama lainnya seperti perdagangan, pencatatan, tokenisasi, dan penyimpanan.

Pemberian lisensi pada bank terbesar di Asia Tenggara itu dipandang sebagai kunci untuk menunjukkan bagaimana MAS akan mengatur sektor yang dianggap berisiko dan terbuka untuk pencucian uang.

Lisensi tersebut akan memungkinkan DBS Vickers, sebagai anggota DBS Digital Exchange, untuk secara langsung mendukung manajer aset dan perusahaan untuk memperdagangkan token pembayaran digital melalui DDEx.

Baca juga: Analis: Tekanan Harga Kripto Saat Ini Hanya Sentimen Sementara

"Pemberian izin kepada keduanya akan dapat menambah volume DDEx dalam beberapa bulan mendatang dan mempercepat momentum pertumbuhan untuk ekosistem aset digital DBS,” kepala pasar modal DBS Eng-Kwok Seat Moey seperti dikutip Bloomberg, Jumat (1/10).

Pertukaran digital DBS, yang diperkenalkan pada bulan Desember tahun lalu, diharapkan dapat melipatgandakan jumlah peserta menjadi 1.000 dan menumbuhkan basisnya sebesar 20%-30% setiap tahun selama tiga tahun ke depan.

Independent Reserve, yang didirikan di Australia pada 2013, mendirikan operasi luar negeri pertamanya di Singapura pada 2019 untuk menyediakan pertukaran aset digital dan layanan perdagangan over-the-counter kepada orang-orang dan institusi. Perusahan ini menyediakan dolar AS, dolar Singapura, dolar Australia, dan pasangan perdagangan fiat-to-crypto dolar Selandia Baru.

artikel ini sudah tayang di KONTAN, dengan judul: Dilarang di China, transaksi kripto didukung di Singapura

Sumber: Kontan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved