Breaking News:

Bos Bukalapak: UMKM Sulit Berkembang karena Tidak Miliki Akses Permodalan

UMKM sulit berkembang karena tidak memiliki akses terhadap permodalan dan jasa keuangan

TRIBUNNEWS/HARI DARMAWAN
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah , Teten Masduki dan CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin di Gedung Sate Bandung, Jawa Barat, Minggu (8/3/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) menyatakan,masalah yang dihadapi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) itu sangat kompleks dan beragam. 

Direktur Utama Bukalapak Muhammad Rachmat Kaimuddin mengatakan, satu di antara penyebab UMKM sulit berkembang adalah sulitnya mengakses permodalan. 

"UMKM sulit berkembang karena tidak memiliki akses terhadap permodalan dan jasa keuangan," ujarnya saat public expose virtual, Selasa (19/10/2021). 

Kendala lainnya yang menghambat UMKM berkembang adalah kendala logistik dan infrastruktur, terutama bagi UMKM yang menjalankan usaha di pelosok.

Baca juga: Hampir Tergulung Pandemi, UMKM Batik Bersejarah di Solo Terselamatkan oleh Digitalisasi

"Ini membuat akses pasar dan suplai juga menjadi tidak merata," kata Rachmat. 

Selain itu, masih banyak sekali UMKM yang belum tersentuh  teknologi digital dan juga sistem manajemen modern, sehingga mereka harus terus menjalankan usahanya secara tradisional.

Baca juga: Menteri Teten: Digitalisasi Mempermudah Akses Pembiayaan UMKM

"Itu semua adalah masalah yang ingin dipecahkan oleh Bukalapak dan itu adalah tantangan yang ingin kami atasi," pungkasnya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved