Breaking News:

Realisasi TKDN di Proyek Kelistrikan PLN Mencapai Rp 35,32 Triliun

Capaian TKDN di PLN paling banyak diserap untuk pembangunan transmisi dengan nilai Rp 13,72 triliun atau 74,2 persen. 

Tribunnews/Irwan Rismawan
Petugas PLN melakukan penggantian material cadang utama di Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) Gandul, Jakarta, Kamis (25/2/2021). PLN melalui Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat (UIT JBB) melakukan pemeliharaan jaringan transmisi dan gardu induk secara berkala untuk menjaga keandalan pasokan pada sistem kelistrikan Jakarta hingga ujung barat Pulau Jawa untuk menghadapi cuaca ekstrem. Tribunnews/Irwan Rismawan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT PLN (Persero) mencatat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di proyek kelistrikan perseroan hingga kuartal III 2021 mencapai 47,31 persen atau setara Rp 35,32 triliun dari total realisasi Rp 74,65 triliun. 

"PLN terus meningkatkan pemakaian produk dalam negeri di berbagai proyek kelistrikan demi memacu pertumbuhan industri dan perekonomian nasional," kata Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Agung Murdifi, Rabu (20/10/2021).

Menurutnya, capaian TKDN paling banyak diserap untuk pembangunan transmisi dengan nilai Rp 13,72 triliun atau 74,2 persen. 

Sedangkan untuk pembangunan distribusi nilai TKDN mencapai 66,4 persen dengan realisasi sebesar Rp 4,52 triliun. 

Baca juga: SKK Migas Kebut Penerapan TKDN di Sektor Hulu

Untuk gardu induk nilai TKDN mencapai 50,2 persen dengan nilai Rp 6,19 triliun dan pembangkit mencapai 29,4 persen senilai Rp 10,89 triliun. 

Baca juga: Komponen Game Online Diusulkan Masuk Perhitungan TKDN

Saat ini, kata Agung, seluruh pekerjaan dan material distribusi telah dilaksanakan perusahaan dalam negeri, di mana pekerjaan transmisi maupun gardu induk sudah sepenuhnya dapat dilaksanakan perusahaan dalam negeri. 

Baca juga: Kemenhub Genjot TKDN di Proyek Infrastruktur Transportasi Indonesia-Jepang

"Sementara dalam pekerjaan infrastruktur pembangkit, tantangan masih cukup besar dan baru sebagian pekerjaan yang dapat dilaksanakan perusahaan dalam negeri," ujar Agung. 

"Kami terus berupaya untuk meningkatkan TKDN untuk mendorong pertumbuhan industri dalam negeri. Kami mentargetkan PLN bisa mencapai nilai TKDN sampai 60 persen di 2025 mendatang," sambungnya.

Beberapa langkah dilakukan PLN untuk mencapai target ini. Pertama, sinergi baik antara sesama BUMN dan pemerintah, serta kolaborasi dengan industri lokal.

"Kami melibatkan seluruh stakeholder dalam bersinergi meningkatkan TKDN ini. Mulai dari sesama BUMN, surveyor, industri manufaktur, perbankan, asosiasi dan swasta nasional serta BPPT," papar Agung. 

Langkah transformasi digital yang dilakukan PLN juga diterapkan pada e-procurement, di mana saat ini perseroan menyiapkan digital dashboard yang memuat e-TKDN PLN

Dari platform digital ini, nantinya akan memudahkan pengelolaan pengadaan dan mendorong industri lokal untuk berpartisipasi memenuhi kebutuhan PLN maupun bekerja sama mencapai pasokan listrik yang andal.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved