Breaking News:

Virus Corona

Luhut Klaim PPKM Berjalan Baik dan Pandemi Terkendali

Luhut mengatakan, penerapan PPKM selama seminggu terakhir secara umum telah berjalan baik. 

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Choirul Arifin
WARTA KOTA/WARTA KOTA/Angga Bhagya Nugraha
Warga beraktivitas di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (23/10/2021). Pemprov DKI Jakarta kembali membuka ruang terbuka hijau (RTH) di masa penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2. Sementara ini ada 59 RTH yang baru dibuka untuk umum salah satunya Taman Lapangan Banteng. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha 

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail 

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi yang juga merupakan penanggungjawab penerapan PPKM Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa pemerintah terus mengevaluasi penerapan PPKM setiap minggunya. 

Luhut mengatakan, penerapan PPKM selama seminggu terakhir secara umum telah berjalan baik. 

"Masih terus berada pada kondisi yang cukup baik. Hari ini situasi pandemi Covid-19 tetap terkendali pada tingkat yang makin jauh membaik," kata Luhut dalam Konferensi pers virtual yang disiarkan Youtube Sekretariat Presiden, Senin, (25/10/2021).

Luhut mengatakan kasus konfirmasi Indonesia dan Jawa-Bali, telah turun hingga 98,9 persen dari puncak kasus pada 15 Juli lalu. 

Baca juga: Luhut Tegaskan, Wajib Tes PCR Juga Akan Diterapkan ke Moda Transportasi Lain

Meskipun demikian kata Luhut, Presiden mengingatkan agar masyarakat tidak lengah terhadap protokol kesehatan. Apalagi saat ini terdapat 105 kota atau kabupaten yang mengalami kenaikan kasus. Bahkan kata Luhut, beberapa daerah lainnya, kasus Covid-19 masih fluktuatif.

Baca juga: Evaluasi PPKM 25 Oktober 2021, Luhut Sebut Ada Peningkatan Kasus Covid-19 di 105 Kabupaten/Kota

"Kami melihat ada yang indikasi naik turun, naik turun itu," katanya.

Karena itu, kedepan pemerintah akan mengeluarkan kebijakan-kebijakan pengendalian. Kebijakan tersebut terkadang dapat dinilai terlalu ketat oleh masyarakat.

"Banyak nanti langkah-langkah yang kita lakukan, terkadang mungkin dianggap terlalu ketat tapi kita nggak punya pilihan," katanya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved