Dikuasai BPKH, Bank Muamalat Segera Gelar Rights Issue Rilis 39,81 Miliar Saham Baru

Aksi tersebut berupa usaha Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu VI (PMHMETD VI).

Editor: Hendra Gunawan
KOMPAS IMAGES
Ilustrasi Bank Muamalat 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Saham mayoritasnya dikuasai Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), PT Bank Muamalat Indonesia Tbk bakal melakukan aksi.

Aksi tersebut berupa usaha Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu VI (PMHMETD VI).

Rights issue ini akan merilis 39,81 miliar saham baru seri C dengan nilai nominal Rp 30 per saham.

Baca juga: Cara Isi Saldo GoPay Melalui Alfamart, Mobile Banking, dan ATM Bank BRI, BCA, Mandiri, BNI

Bank syariah pertama di Indonesia ini menargetkan nilai emisi Rp 1,194 triliun yang berasal dari saham portepel perseroan.

Transaksi perdagangan dan pelaksanaan rights issue ini berlangsung pada 24 hingga 31 Desember 2021.

Adapun Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) selaku Pemegang Saham Utama Bank Muamalat telah menyatakan kesanggupannya untuk melaksanakan seluruh HMETD.

Baca juga: Pemberdayaan hingga Ekspor, Ini Strategi Segmen UMKM BNI

Artinya BPKH akan mengeksekusi haknya pada PMHMETD VI sebanyak 31,23 miliar saham baru Seri C yang akan diterbitkan.

Sehingga BPKH akan membayar saham itu senilai Rp 937,02 miliar.

BPKH juga akan menjadi pembeli siaga atau standy buyer bila pemegang saham lainnya tidak melaksanakan hak mereka.

Bila BPKH menjalankan fungsi sebagai pembeli siaga, maka ia akan memiliki sebanyak 33.33 miliar saham baru seri C Bank Muamalat atau senilai Rp 1 triliun.

Jika masih terdapat sisa dari jumlah Saham Baru yang ditawarkan oleh Perseroan, maka seluruh saham yang tersisa tersebut tidak akan dikeluarkan dari portepel.

Bank Muamalat juga berencana untuk merilis surat utang atau sukuk dengan himpunan dana segar paling tinggi Rp 2 triliun.

Baca juga: Wamen Budi Arie Ajak Alumni UI dan Bank Mandiri Turut Bersama-sama Bangun Desa

Ini dilakukan agar bank memiliki rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) yang memadai dalam memacu bisnis.

"Kalau dari prospektus rights issue, proforma ekuitas dengan angka Juni 2021 akan naik sebesar Rp 1,194 trilun.

Halaman
12
Sumber: Kontan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved