Breaking News:

Melantai di Bursa, Harga Saham Mitratel Turun di Perdagangan Pertama

PT Dayamitra Telekomunikasi atau Mitratel akhirnya resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI)

Editor: Hendra Gunawan
istimewa
Ilustrasi menara BTS Mitratel 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- PT Dayamitra Telekomunikasi atau Mitratel akhirnya resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kini Mitratel di BEI telah memiliki sandi yaitu MTEL.

MTEL menjadi perusahaan ke-41 yang melakukan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) pada 2021, Senin (22/11/2021).

Namun pada perdagangan perdananya, saham MTEL terpantau turun 2,50% ke harga Rp 780 per saham pada pukul 10.30 WIB.

Baca juga: Pendapatan Mitratel Berpeluang Tumbuh di Era 5G

Pada awal perdagangan, saham MTEL sempat melesat ke harga Rp 890 per saham.

Mengutip keterbukaan, jumlah saham yang dicatatkan di BEI sebanyak 83.515.452.844.

Dari total tersebut, saham dari penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) sebanyak 23.493.524.800 serta saham pendiri 60.021.928.044.

Baca juga: Mitratel Dikabarkan Patok Harga Saham Rp 800 Per Lembar, Targetkan Dana Segar Rp 21,9 Triliun

MTEL menawarkan harga saham perdana senilai Rp 800 dengan nilai nominal Rp 228.

Dari hajatan IPO ini, Dayamitra Telekomunikasi meraup dana segar sebesar Rp 18,79 triliun.

Dari dana hasil hasil penawaran umum ini, Mitratel akan menggunakan dana sebanyak 44% untuk belanja modal organik seperti penambahan kolokasi melalui penguatan dan penambahan menara telekomunikasi, pembangunan menara baru dan penambahan site baru, dan ekspansi ke teknologi dan layanan yang dapat bersinergi dengan bisnis penyewaan menara.

Selanjutnya sebesar 56% akan Mitratel gunakan untuk belanja modal anorganik, yakni untuk mengakuisisi menara telekomunikasi dari operator telekomunikasi dan akuisisi strategis produk, teknologi, dan layanan baru yang bersinergi dengan bisnis penyewaan menara.

Baca juga: Mitratel Siap Melantai di Bursa Tahun Ini

Adapun sisanya untuk kebutuhan modal kerja dan kebutuhan lainnya seperti peningkatan sistem teknologi informasi dan penerapan program pengembangan yang berkualitas untuk menara telekomunikasi Mitratel.

Sebagai informasi, anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) ini merupakan perusahaan menara telekomunikasi terbesar di Indonesia jika melihat berdasarkan jumlah menara yang dimiliki.

Sekarang ini, Mitratel memiliki 28.030 menara yang tersebar di Pulau Jawa sebanyak 11.963 menara atau 43% dari portofolio dengan tenancy ratio 1,64x. Sedangkan sebanyak 16.067 menara atau setara 57% berada di luar Pulau Jawa dengan tenancy ratio 1,39x. (Ika Puspitasari)

Sumber: Kontan

Sumber: Kontan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved