Breaking News:

Prospek Bisnis Properti Residensial Tahun Depan Masih Menjanjikan

Ekonomi Indonesia yang mulai menggeliat kembali turut dirasakan imbas positifnya oleh sektor properti. 

Editor: Willem Jonata
ist
Ilustrasi properti. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willy Widianto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ekonomi Indonesia yang mulai menggeliat kembali turut dirasakan imbas positifnya oleh sektor properti

Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) yang diterbitkan Bank Indonesia (BI) mengindikasikan pertumbuhan harga properti residensial pada triwulan III/2021. Itu tercermin dari kenaikan indeks harga properti residensial (IHPR) di triwulan III/2021 sebesar 1,41 persen Year on Year (YoY).

General Manager Nirwana Hill Serpong, Hanry Lie memperkirakan harga properti residensial (tempat tinggal) masih akan tumbuh pada triwulan IV/2021, dan berlanjut di masa mendatang. 

"Peluang prospeknya akan tetap positif di akhir tahun ini, bahkan tahun mendatang seiring pertumbuhan ekonomi dan sentimen positif berkat keberhasilan program vaksinasi Covid-19 yang terus digenjot oleh pemerintah," kata Hanry dalam pernyataannya yang diterima Tribun, Selasa(30/11/2021).

Baca juga: Insentif dari Sri Mulyani Bikin Pengembang Kebut Pembangunan Proyek Properti

Baca juga: CEO Arrayan Group: Pasar Properti Komersial Masih Menjanjikan

Ia berkata, di tengah-tengah masa pemulihan ekonomi nasional dari dampak pandemi seperti sekarang ini, tak salah rasanya jika menempatkan hunian dengan harga terjangkau sebagai pilihan bijak untuk memiliki tempat tinggal, sekaligus bentuk investasi yang mumpuni. 

Dengan harga yang relatif terjangkau, mulai dari Rp 600-an juta, Nirwana Hill Serpong menghadirkan kesempatan bagi masyarakat untuk memiliki rumah eksklusif di tengah kondisi ekonomi yang mulai bangkit.

Baca juga: Krakatau Sarana Properti Jajaki Peluang Kerja Sama Digitalisasi dengan Kawasan Industri Medan

“Apalagi membeli hunian sedini mungkin, seperti di masa-masa awal kebangkitan sekarang ini, tentunya kian memperbesar kesempatan untuk memberikan hasil investasi yang lebih optimal, seiring pertumbuhan ekonomi di waktu mendatang," ucap dia.

Selain itu, jangan lupakan pula keputusan Bank Indonesia (BI) untuk memperpanjang kebijakan uang muka (down payment, DP) 0 persen bagi kredit pemilikan rumah (KPR) hingga 31 Desember 2022, yang mempermudah masyarakat buat memiliki rumah. 

Hanry meyakinkan meski harga terjangkau pembeli tidak perlu perlu khawatir soal fasilitas, karena Nirwana Hill Serpong tetap menghadirkan berbagai kenyamanan dan kemudahan hidup sehari-hari. 

“Dari sisi lokasi, Nirwana Hill Serpong di kelilingi berbagai fasilitas penunjang dengan waktu tempuh yang cukup efisien. Antara lain 20 menit menuju ke Tol Jakarta–Serpong, Stasiun KRL Rawabuntu, dan pusat bisnis Serpong seperti sekolah, kampus, rumah sakit, bank, dan sebagainya. Juga, 30 menit menuju AEON MALL dan 60 menit ke Kota Bogor," tutur dia.

Menempati lahan lebih dari 55 hektar, dan dikelilingi area hijau seluas lebih dari 6 ha di Jalan Raya Pahlawan, Gunung Sindur, potensi investasi Nirwana Hill Serpong kian lengkap berkat berbagai infrastruktur. 

Mulai dari lebar jalan utama row 20 meter, modern market dan supermarket, taman, jogging track, tempat ibadah, infrastruktur rumah pintar, dan masih banyak lagi.

“Di samping proses pembangunan yang terus berlangsung, serah terima tahap  awal pun dilakukan di bulan Desember 2021. Kurang lebih 150 unit di cluster Hoya,” ucap Hanry.(Willy Widianto)

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved