Breaking News:

Prudential-Standard Chartered Kenalkan 2 Dana Investasi Baru dengan Profil Risiko Sedang dan Tinggi

Kedua produk menyasar nasabah yang memiliki preferensi alokasi dana investasi di luar negeri dengan potensi Tambahan Nilai Investasi bulanan.

Editor: Choirul Arifin
DOK.PRUDENTIAL
ILUSTRASI - Acara pengenalan aplikasi Pulse dari Prudential di Jakarta. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) dan Standard Chartered Bank Indonesia (Standard Chartered) merilis meluncurkan dua dana investasi campuran dalam mata uang rupiah dan dolar AS.

Produk investasi ini diberi nama PRULink Rupiah Global Managed Income Fund dan PRULink US Dollar Global Managed Income Fund dan menyasar nasabah dengan profil risiko sedang-tinggi.

Kedua produk juga menyasar nasabah yang memiliki preferensi alokasi dana investasi di luar negeri dengan potensi Tambahan Nilai Investasi bulanan.

Kedua dana investasi baru ini memungkinkan nasabah untuk berinvestasi di perusahaan-perusahaan inovatif seperti e-commerce, teknologi informasi, kecerdasaan buatan, dan fintech, serta memberikan potensi Tambahan Nilai Investasi bulanan.

Ivy Widjaja, Chief Partnership Distribution Officer Prudential Indonesia mengatakan, melalui kedua produk ini pihaknya berupaya memberikan akses bagi nasabah untuk berinvestasi pada saham-saham luar negeri, termasuk perusahaan-perusahaan inovatif global.

Baca juga: Literasi Keuangan Masih Rendah, Prudential Edukasi Pentingnya Berasuransi ke Emak-emak Blogger

"Pilihan dana investasi yang ditawarkan telah dipilih dengan cermat dengan menerapkan prinsip kehati-hatian, dan memperhitungkan potensi imbal hasil investasi dalam jangka panjang, serta memberikan potensi Tambahan Nilai Investasi bulanan," ujarnya, Selasa (7/12/2021).

Baca juga: Gandeng PasarPolis dan BenihBaik.com, Prudential Perluas Akses Pasar Berasuransi ke Masyarakat

Selain ke pasar pendapatan tetap di dalam dan luar negeri, dana investasi ini juga diinvestasikan secara global di saham-saham perusahaan inovatif (megatrend) yang merupakan perusahaan global dan berkelanjutan dengan kekuatan ekonomi makro yang dapat memberikan pengaruh pada lanskap ekonomi, bisnis, dan sistem sosial dunia.

Skema dana yang berinvestasi di pasar asing (offshore funds), termasuk dalam sektor teknologi dan media, memiliki potensi yang besar.

Baca juga: Ekonom Stanchart: Ekonomi Indonesia 2021 Ini Akan Tumbuh 4,5 Persen dan Inflasi 2,9 Persen

Dari sisi kinerja, sektor-sektor tersebut masih menawarkan potensi pertumbuhan tinggi dan akan terus menggerakan ekonomi dunia.

Data mengenai peringkat Return on Investment (ROI) berdasarkan sektor di AS pada kuartal ketiga 2021 yang dirilis CSI Market mencatat sektor teknologi dan layanan kesehatan masing-masing memiliki nilai ROI sebesar 24,89% dan 10,11 persen.

Halaman
12
Sumber: Kontan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved