Selasa, 2 Juni 2026

Pojok Kuliner Pikide Ciamis, Bertahan di Kala Pandemi dengan Kreativitas

Berdiri di atas lahan seluas 98 meter persegi, Bu Tien dan sang adik, membangun kedai sederhana bernuansa bambu. Menu utamanya Ayam Penyet

Tayang:
ist
Pojok Kuliner Pikide Ciamis 

TRIBUNNEWS.COM -- Hari Jumat, 1 Januari 2021 adalah hari bersejarah bagi Bu Tien. Saat itu, banyak usaha kecil yang justru tutup karena tak mampu menahan kesulitan mencari pembeli, yang memilih banyak berdiam diri di rumah masing-masing demi menjaga jarak dan menegakan Protokol Kesehatan di masa Pandemi Covid – 19.

Bu Tien dan sang adik justru sebaliknya. Dengan doa, niat, serta nekat, keluarga ini membuka Pojok Kuliner Pikide (PKP) di Kabupaten Ciamis

“Waktu itu serba susah. Pembeli pertama, ya keluarga adik sendiri, dan pelanggan setia yang masih pegang uang, itu pun tidak banyak, satu sampai dua orang. Buka pun tidak bisa sampai malam, karena sedang ada pembatasan aktivitas karena Pandemi,” kenang Ibu dua anak ini, saat mengisahkan perjuangannya di awal membuka usaha kepada Tribunnews, secara daring, 10 Desember 2021.

Berdiri di atas lahan seluas 98 meter persegi, Bu Tien dan sang adik, membangun kedai sederhana bernuansa bambu. Menu utamanya Ayam Penyet. Menu ini dijagokan karena Bu Tien berbekal dukungan pembeli-pembeli sebelumnya, yang menyukai dua hal pada Ayam Penyet-nya ini. 

Pertama, ayamnya dipilih ayam pejantan, karena lebih renyah. Kedua, bumbunya meresap hingga ke dalam daging ayamnya. Ketiga, resep sambalnya yang khas, pedas tetapi segar, tanpa bahan pengawet, dan pas dijadikan teman bersantap ayam penyetnya.

Kenekatan Bu Tien memulai usaha di tengah Pandemi bukan tanpa sebab. Sebelumnya, Ayam Penyet tersebut dijual dari rumah keluarga di daerah Lingga Manik, Ciamis. Usahanya semakin sepi seiring Pandemi.

Baca juga: Didominasi Bisnis Kuliner, ASENSI Jalankan Inkubasi Bisnis untuk 100 Wirausaha Baru

Waktu itu, penjualannya hanya mengandalkan Delivery Order (DO). Pembeli semakin menurun karena pendapatan para pembeli setianya pun berkurang. Satu hal yang harus dilakukan adalah nekat berjualan di pinggir jalan besar, setidaknya bisa dilewati orang yang berlalu-lalang.

“Sebelumnya Ibu berjualan dari rumah, karena tidak ada modal buat buka di lokasi strategis. Alhamdulillah, konsumen yang sudah sekali mencoba, repeat order lagi. Sewaktu Covid – 19 masih berkecamuk di akhir 2020, banyak pelanggan yang kekurangan uang, karena pekerjaannya juga hilang, perusahaannya bankrut,” kisah Bu Tien.

Kini, ayam penyet yang diberi label Ayam Penyet Bu Tien ini pun mulai dapat dipasarkan secara lebih variatif. Pertama, melayani pembeli yang makan di tempat, di rumah makan PKP (IG @pikide2021). Kedua, tetap melayani DO, bahkan hingga melayani yang sedang Siskamling jam 2 dini hari. Ketiga, melalui aplikasi pengantaran makanan online. Keempat, menjual hingga keluar kota, menggunakan ekspedisi yang handal.

Ketika penjualan sepi, kreatifitas terus bermunculan. Salah satu bentuknya adalah menjual ayam penyet beku. Inovasi inilah yang mengantarkan Ayam Penyet Bu Tien mampu dikirimkan melampaui jarak lebih dari 300 kilometer jauhnya ke daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Semuanya dibuat secara trial and error, belum ada sentuhan pelatihan apapun. Modal pun belum ada dukungan Lembaga keuangan, baru dari sang adik.

Baca juga: Krakatau Sarana Properti Rintis Bisnis Kuliner di Cilegon

Kini dari 2 pesanan dalam sehari, Bu Tien mulai menikmati hasil kenekatannya membuka usaha. Pembelian bisa mencapai 5 – 10 pesanan sehari. Bahkan, dengan adanya Ayam Penyet Beku, PKP sudah mencicipi penjualan 50 – 60 paket ke luar kota.

Ada banyak mimpi dan doa Bu Tien yang kini belum terkabul. Pertama, suatu saat ingin membuka cabang baru. Kedua, ingin mengirimkan Ayam Penyet Beku hingga ke luar pulau Jawa, bahkan ke Luar Negeri. Ketiga, ingin membuka lapangan kerja baru. 

Doa pertama, untuk membuka cabang baru perlu ada sinyal penting yang kini belum terlihat, yaitu daya beli yang pulih. Tanpa pemulihan daya beli masyarakat, maka membuka cabang baru hanya akan membawa kesulitan.

Doa kedua hanya akan terkabulkan jika ongkos logistik atau ekspedisi semakin murah. Selain itu, pasokan ayam pejantan yang aman. Karena untuk memenuhi pesanan 60 paket saja yang berisi 10 potong ayam, diperlukan 600 potong paha dan dada ayam pejantan, yang belum tentu tersedia dengan mudah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved