Ingin Bisnis Bertahan Lama? Jangan Lewatkan Hal-Hal Penting Ini!
Hadirnya pandemi yang mengakibatkan pemutusan kerja atau pengurangan gaji untuk sebagian orang
TRIBUNNEWS.COM -- Bisnis merupakan salah satu sektor yang sangat menjanjikan. Banyak orang yang kini mulai berkecimpung di dunia bisnis, terlebih bagi mereka yang tak ingin kerja di perusahaan orang lain.
Salah satunya adalah Dendy Darman, founder UNKL 347, yang bercerita dalam siniar CUAN bahwa ia ingin mendapatkan uang tanpa harus kerja kantoran.
Pertumbuhan bisnis di Indonesia pun semakin meningkat. Hadirnya pandemi yang mengakibatkan pemutusan kerja atau pengurangan gaji untuk sebagian orang, membuat mereka harus mencari alternatif lain agar tetap mendapat pemasukan. Salah satunya dengan membangun UMKM.
Baca juga: Genjot Penyaluran Pembiayaan UMKM, Bank Sampoerna Gandeng Fintech Mekar
Melansir dari Kemenkeu, data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) bulan Maret 2021, menunjukkan bahwa jumlah UMKM mencapai 64,2 juta dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto sebesar 61,07 persen atau senilai Rp8.573,89 triliun.
UMKM juga dapat menghimpun sampai 60,42 persen dari total investasi di Indonesia. Untuk mendukung perkembangan UMKM, pemerintah juga memberikan dana bantuan yang tak sedikit nominalnya.
Meskipun semua orang dapat memulai bisnis, kenyataannya untuk membuat bisnis itu bertahan lama cukup sulit dilakukan. Diperlukan usaha dan kiat-kiat khusus agar bisnis terus berkembang. Selain harus memiliki mental baja, banyak hal-hal penting lainnya yang harus dipersiapkan dengan matang.
Baca juga: Cair Hingga Akhir Desember 2021, Begini Cara Cek Penerima BLT UMKM Rp1,2 Juta di Eform BRI
Jangan Takut Melakukan Penamaan Ulang
Saat memulai bisnis, nama merek adalah salah satu komponen utama. Dengan nama merek, orang-orang dapat mengetahui bisnis kita. Pemilihan nama yang tepat, dapat membuat bisnis mudah diingat oleh banyak orang.
Sebaiknya, nama merek atau bisnis memiliki makna atau cerita. Dengan begitu, bisnis kita akan terasa hidup karena punya makna yang dalam di baliknya. Nama juga sebaiknya harus sederhana dan tak berbelit-belit, hal ini diperlukan agar mudah diingat oleh pembeli. Nama yang sederhana juga akan memiliki kejelasan pesan.
Misalnya, UNKL347 yang sudah mengubah nama sebanyak dua kali, kata UNKL dipilih untuk merepresentasikan uncle (paman) karena pendirinya sudah memasuki umur untuk dapat disebut sebagai paman oleh konsumennya.
Baca juga: Bikin Haru! Ini Kisah Pelaku UMKM Difabel yang Berhasil Berkembang berkat Digitalisasi
Pastikan nama yang digunakan memang sudah sesuai dengan produk bisnis yang dijual. Pertimbangkan nama melalui produk-produk yang dijual. Gunakanlah maksimal dua kata dalam memberikan nama merek. Setelah itu, jangan lupa untuk melakukan evaluasi secara berkala.
Apabila nama merek tak memberikan hasil yang signifikan, jangan sungkan untuk mengubahnya menjadi lebih kreatif lagi. Banyak orang yang takut untuk mengubah nama bisnisnya. Padahal, melakukan penjenamaan ulang sebagai realisasi dari evaluasi merupakan salah satu usaha agar bisnis dapat tetap bertahan lama.
Menentukan Jargon yang Tepat
Selain nama, salah satu unsur esensial bisnis adalah jargon. Jargon dapat membantu nama bisnis semakin memiliki makna. Jargon juga dapat menimbulkan ikatan emosional dengan pembeli sehingga mereka dapat mengapresiasi bisnis kita.
Misalnya, jargon dari UNKL347, yaitu this is not made in China. Jargon ini memiliki makna bahwa produk-produk yang dihasilkan merupakan hasil buatan dalam negeri, dari bahan, hingga pekerja yang membuatnya.
Baca juga: Dorong UMKM Melek Digital, Ketum PPUMI Raih Penghargaan dari IPEMI
Terkadang, banyak memikirkan keaslian produk juga membuat bisnis tak bertahan lama. Hal ini disebabkan mayoritas orang terlalu berfokus untuk membuat sesuatu yang baru dibandingkan menginovasikan sesuatu yang sudah ada. Pada dasarnya, sudah tidak ada yang baru di dunia ini.
Oleh karena itu, apabila dirasa produk tak terlalu menjual, cobalah untuk membuat produk yang sudah terjual di pasaran dengan sentuhan khas bisnis kita.
Selain itu, buatlah sesuatu yang membuat produk kita lebih baik daripada produk-produk serupa. Jadi, kalau tak bisa menjadi yang pertama, jadilah yang terbaik.
Baca juga: Halal Export Indonesia Fasilitasi Produk UMKM Tembus Pasar UEA
Namun, apabila tetap ingin mempertahankan produk original yang dibuat, hal yang harus dilakukan adalah evaluasi. Cermati setiap kekurangan dan kelebihan dari produk yang dijual. Cobalah untuk memperbaiki kekurangan produk dan melakukan promosi besar-besaran agar bisnis dapat bertahan lama.
Lakukan Kolaborasi Bisnis
Memulai bisnis dari kecil memang diperlukan berbagai usaha agar membuatnya menjadi besar. salah satu yang dapat dilakukan adalah melakukan kolaborasi dengan bisnis lainnya. Hal ini dilakukan agar nama merek kita diketahui lebih banyak orang.
Sebelum dapat berkolaborasi, bangunlah koneksi sebanyak-banyaknya. Koneksi ini diperlukan agar segala urusan bisnis dapat berjalan lancar. Dengan koneksi, kolaborasi juga dapat dijalankan apabila kedua pendirinya memiliki ketertarikan yang sama.
Dengan kolaborasi, sebagai pebisnis, kita juga dapat memandang bisnis dari banyak perspektif. Kita juga akan mendapatkan banyak cerita dan pelajaran yang berguna untuk bisnis kedepannya. Dengan begitu, bisnis akan tetap bertahan lama dengan mengelaborasikan cerita pengalaman yang didapatkan dari rekan-rekan bisnis lainnya.
Dendy berkata bahwa sebelum UNKL 3.4.7 dapat berkolaborasi dengan Compass, ia hanya mengobrol santai dengan creative director Compass, yaitu Aji Handoko. Sebelumnya, ia bahkan tak mengetahui bahwa Aji merupakan salah satu otak bisnis dari Compass. Oleh karena anak Dendy menyukai sepatu tersebut, akhirnya ide kolaborasi pun tercetuskan.
Baca juga: Cara Cek Daftar Penerima BLT UMKM Rp 1,2 Juta, Batas Pencairan Akhir Desember 2021
Dalam siniar CUAN bertajuk "Rahasia Langgeng 25 Tahun UNKL 3.4.7", Dendy Darman, founder dari clothing & apparel UNKL 3.4.7 membagikan kiat-kiat sukses bagaimana UNKL dapat bertahan selama 25 tahun. Dengarkan siniarnya agar kiat-kiat itu dapat diaplikasikan ke bisnismu!
Siniar yang tayang setiap Rabu dan Jumat pukul 10.00 WIB ini dapat diakses melalui Spotify.
Penulis: Alifia Putri Yudanti & Ikko Anata
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-usaha-untuk-mencari-kesempatan-dalam-memasarkan-produk-umkm.jpg)