Direktur Utama Mengundurkan Diri, Bagaimana Prospek Saham Bukalapak?

dalam beberapa menit perdagangan, saham BUKA terus merosot. Sekitar pukul 10.37 WIB sudah anjlok 3,10 persen ke level Rp 438 per saham.

Editor: Sanusi
Kontan
ilustrasi: Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan, berita pengunduran diri Rachmat Kaimuddin dari posisi direktur utama BUKA, tidak bisa langsung dikaitkan dengan pergerakan saham BUKA. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Saham PT Bukalapak Tbk (BUKA) pada perdagangan Kamis (30/12/2021) dibuka menguat 2 poin ke posisi Rp 454 per saham.

Namun dalam beberapa menit perdagangan, saham BUKA terus merosot. Sekitar pukul 10.37 WIB sudah anjlok 3,10 persen ke level Rp 438 per saham.

Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan, berita pengunduran diri Rachmat Kaimuddin dari posisi direktur utama BUKA, tidak bisa langsung dikaitkan dengan pergerakan saham BUKA.

Baca juga: Dirut Mengundurkan Diri, Saham Bukalapak Ditutup Naik 5 Persen Lebih

"Pergantian direksi merupakan hal yang wajar di perusahaan, terjadi penyegaran. Ya bisa saja dikaitkan, penguatan saham BUKA kemarin saat penutupan karena adanya perubahan direksi, jadi ada perubahan strategi, tapi sekarang melemah. Jadi hanya sesaat saja sentimennya," ujar Reza saat dihubungi, Kamis (30/12/2021).

Menurut Reza, pergerakan saham BUKA tergantung dari strategi manajemen perusahaan tersebut, dan bagaimana realisasinya sampai saat ini setelah resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Baca juga: Dapat Pendanaan Rp 1,3 Triliun, Kopi Kenangan Sandang Status Unicorn FB Pertama di Asia Tenggara

"Dia kan baru IPO, ke depan strateginya apa saja? Realisasinya bagaimana setelah IPO karena sudah dapat dana besar dari pasar modal, apakah bisa merubah kerugian menjadi kentungan?," tutur Reza.

Reza melihat, jika kinerja keuangan BUKA pada tahun ini mencatatkan positif, maka pastinya dapat mengkerek harga sahamnya pada tahun depan.

Tetapi, Reza memprediksi saham BUKA dalam jangka pendek belum bisa kembali ke harga saat IPO di posisi Rp 850 per saham.

"Kemarin menguat saja sudah bagus, investor masih menunggu kinerja keuangannya seperti apa," ucap Reza.

Diketahui, pada perdagangan kemari, Rabu (29/12/2021) saham BUKA ditutup menguat 22 poin atau 5,12 persen ke level Rp 452 per saham.

Pada perdagangan hari itu, saham BUKA bergerak pada kisaran Rp 408 hingga Rp 464 persen, di mana pada perdagangan kemarin ditutup melemah 3,64 persen di posisi Rp 430 per saham.

Nilai transaksi saham BUKA mencapai Rp 264,2 miliar dengan volume perdagangan sebanyak 607,5 juta saham.

Sebelumnya, PT Bukalapak.com mengonfirmasi pengunduran diri Rachmat Kaimuddin dari posisi Direktur Utama (Dirut) per 28 Desember 2021.

Baca juga: Muncul Rumor Alibaba Gaet DANA, Celios: Kolaborasi Perusahaan Startup Hal Wajar

Halaman
123
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved