Rabu, 3 Juni 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Merek Mode H&M dan Perusahaan Lain Bergabung untuk Menghentikan Bisnis di Rusia

H&M, Netflix, Oracle dan perusahaan besar lainnya memutuskan untuk menghentikan bisnis mereka di Rusia.

Tayang:
Penulis: Nur Febriana Trinugraheni
Editor: Sanusi
AFP/SERGEY BOBOK
Pemandangan alun-alun di luar balai kota Kharkiv yang rusak pada 1 Maret 2022, hancur akibat penembakan pasukan Rusia. - Alun-alun pusat kota kedua Ukraina, Kharkiv, ditembaki oleh pasukan Rusia yang menyerang gedung pemerintah setempat, kata gubernur regional Oleg Sinegubov. Kharkiv, kota yang sebagian besar berbahasa Rusia di dekat perbatasan Rusia, memiliki populasi sekitar 1,4 juta. (Photo by Sergey BOBOK / AFP) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nur Febriana Trinugraheni

TRIBUNNEWS.COM – Perusahaan dan merek besar seperti outlet mode H&M, Netflix, Oracle dan perusahaan besar lainnya memutuskan untuk menghentikan bisnis mereka di Rusia.

Netflix menghentikan sementara proyek baru mereka di Rusia, sementara H&M menghentikan penjualan mereka di negara tersebut dan Oracle memberikan pengumuman melalui akun Twitter mereka, akan menangguhkan semua operasi di negara yang mendapat julukan beruang putih ini.

Baca juga: China Bantah Tuduhan Minta Rusia Tak Serang Ukraina Sampai Olimpiade Musim Dingin Selesai

Dilansir dari laman Reuters.com, Kamis (3/3/2022), dalam beberapa hari terakhir, merek global termasuk Shell dan Apple melakukan hal yang sama dengan menghentikan penjualan mereka di Rusia, sembari melontarkan kecaman atas tindakan Rusia yang menginvasi Ukraina.

Pembuat pakaian musim dingin asal Kanada, Goose Holdings mengatakan pada hari Rabu kemarin, mereka akan menangguhkan penjualan grosir dan e-commerce ke Rusia. Tidak mau ketinggalan, pembuat video game Electronic Arts Inc mengeluarkan tim Rusia dari pertandingan sepak bola "FIFA 22" dan "NHL 22".

Sanksi dan pembatasan yang diberikan negara-negara Barat, berhasil membuat nilai rubel jatuh dan memaksa Bank Sentral Rusia untuk mendongkrak suku bunga. Sanksi ini juga membuat banyak perusahaan tidak bisa menjalankan bisnis di Rusia.

Baca juga: Bayi Ukraina Lahir di Bunker saat Rusia Memborbardir Rumah Sakit, Bangsal Bersalin Terkena Rudal

Perusahaan otomotif asal Jerman, Mercedes-Benz Group, juga akan menghentikan ekspor mobil penumpang dan van ke Rusia serta pabrikan lokal, mengikuti langkah dan keputusan serupa yang diambil oleh pembuat mobil globa lainnyal, yaitu Ford dan BMW.

Sementara Amerika Serikat menetapkan sanksi baru, dengan memberlakukan kontrol eskpor di Belarusia yang menjadi basis untuk beberapa serangan Rusia di Ukraina. Sanksi baru tersebut akan melarang ekspor teknologi penyulingan tertentu, sehingga berimbas pada mahalnya proses memodernisasi penyulingan di Rusia.

“Amerika Serikat akan mengambil tindakan untuk meminta pertanggungjawaban Belarusia karena memungkinkan invasi Putin ke Ukraina, melemahkan sektor pertahanan Rusia dan kekuatan militernya selama bertahun-tahun yang akan datang, menargetkan sumber kekayaan terpenting Rusia, dan melarang maskapai penerbangan Rusia dari wilayah udara AS," kata Gedung Putih.

Pidato yang disampaikan oleh Presiden Amerika Serikat Joe Biden pada Selasa kemarin, menyatakan Amerika Serikat akan bergabung dengan negara-negara di Eropa dan Kanada untuk menutup wilayah udaranya dari pesawat-pesawat Rusia.

Baca juga: Keberanian Petani Ukraina Rebut dan Bakar Sistem Rudal Canggih Milik Tentara Rusia di Bashtanka

Keputusan itu mendorong General Electric Co untuk menghentikan dukungan kepada maskapai penerbangan di Rusia. Boeing sebelumnya juga menangguhkan pemeliharaan dan dukungan teknis untuk maskapai Rusia, sementara Airbus ikut menghentikan pengiriman suku cadang yang menambah kegentingan di industri penerbangan Rusia.

Pembuat video game Motorsport Games Inc mengungkap penundaan rilis judul game balap, karena sebagian besar staf pengembangannya berbasis di Rusia.

Munculnya sanksi dan pembatasan pada Rusia, membuat perusahaan-perusahaan negara tersebut semakin terhimpit. Pemberi pinjaman terbesar di Rusia, Sberbank mengatakan pada hari Rabu kemarin, pihaknya meninggalkan pasar Eropa karena anak perusahaannya menghadapi arus kas keluar yang besa dan menambahkan keselamatan karyawan dan propertinya sedang terancam.

VTB Bank, sementara ini sedang mempersiapkan kemungkinan penutupan cabang Eropa, karena dampak dari sanksi yang diberikan negara Barat pada bank tersebut.

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved