Kenaikan Harga Batubara Dongkrak Penjualan Alat Berat Tahun Lalu
Kenaikan harga komoditas batubara dan mineral, mendongkrak pendapatan emiten penyedia alat berat yakni PT Kobexindo Tractors
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kenaikan harga komoditas batubara dan mineral, mendongkrak pendapatan emiten penyedia alat berat yakni PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX)
Tercatat, sepanjang 2021 perseroan membukukan pendapatan sebesar 119,32 juta dolar AS, atau naik 134 persen dibandingkan perolehan tahun sebelumnya 50,97 juta dolar AS.
Direktur Utama PT Kobexindo Tractors Andry B Limawan mengatakan, kenaikan harga komoditas batubara maupun mineral memicu para produsen tambang untuk kembali beroperasi dan meningkatkan produktivitas melalui pembelian alat berat, baik untuk menambah armada maupun peremajaan unit.
Baca juga: KPK Duga Bupati Abdul Gafur Minta Uang ke Kontraktor Lewat SKPD Pemkab Penajam Paser Utara
“Segmen penjualan unit alat berat yang terdiri dari alat berat pertambangan dan non tambang menjadi kontributor terbesar. Segmen tersebut meraih penjualan sebesar 89,99 juta dolar AS atau 75,42 persen dari total pendapatan secara konsolidasi," kata Andry dalam keterangannya, Senin (4/4/2022).
Kontribusi positif lainnya juga dibukukan keempat segmen lain seperti penjualan suku cadang, perbaikan dan kontraktor pertambangan, sewa alat berat, serta sewa bangunan.
Segmen suku cadang membukukan 16,09 juta dolar AS atau setara kontribusi 13,48 persen terhadap pendapatan.
Kemudian, segmen jasa perbaikan dan kontraktor pertambangan membukukan pendapatan 7,70 juta dolar AS atau setara 6,46 persen terhadap total pendapatan.
Baca juga: Pemerintah Diminta Tindak Tegas Truk Industri yang Borong Solar Subsidi
Segmen sewa alat berat tercatat 4,84 juta dolar AS atau setara 4,05 persen, serta sewa bangunan tercatat 701 ribu dolar AS atau setara 0,59 persen terhadap pendapatan secara konsolidasi.
Andry menyebut, pada akhir tahun lalu perseroan pun berhasil membalikkan kerugian laba usaha pada 2020 dari minus 5,97 juta dolar AS menjadi 16,41 juta dolar AS.
Sedangkan, laba yang dapat dialokasikan kepada pemilik induk sebesar 13,52 juta dolar AS, setelah 2020 mengalami rugi 10,46 juta dolar AS.
Baca juga: IHSG Terus Mendaki Capai Rekor di 7.116, Investor Asing Lego Saham BMRI, SMMA dan BBNI
“Hingga akhir tahun 2021, perseroan berhasil meningkatkan posisi kas dan setara kas menjadi 4,68 juta dolar AS dari 1,71 juta dolar AS pada 2020. Sedangkan total aset meningkat 2,64 persen menjadi 116,53 juta dolar AS," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/pengaspalan-ulang-sirkuit-mandalika-jelang-motogp_20220307_140642.jpg)