Konflik Rusia Vs Ukraina
Perusahaan Listrik Prancis Engie Masih Bayar Gas Rusia Dalam Euro
Sebagai tanggapan atas sanksi Barat yang diterima Rusia setalah menginvasi Ukraina, Presiden Vladimir Putin menuntut pembeli gas Rusia
Laporan Wartawan Tribunnews, Nur Febriana Trinugraheni
TRIBUNNEWS.COM, PARIS - Perusahaan utilitas listrik multinasional Prancis, Engie mengatakan pihaknya masih membayar gas Rusia dalam euro, dan perusahaan ini masih menunggu panduan lebih lanjut dari Uni Eropa.
Sebagai tanggapan atas sanksi Barat yang diterima Rusia setalah menginvasi Ukraina, Presiden Vladimir Putin menuntut pembeli gas Rusia untuk melakukan pembayaran dalam bentuk rubel.
Rusia mengancam akan memotong pasokan gasnya, jika pembeli asing tidak melakukan pembayaran dalam bentuk Rubel. Bulan lalu, Rusia telah memotong pasokan gas ke Polandia dan Bulgaria, setelah keduanya menolak membayar dalam rubel.
Baca juga: Babak Baru Sanksi untuk Moskow, Uni Eropa Usulkan Larangan Minyak Rusia
CEO Engie, Catherine MacGregor mengatakan perusahaannya sedang mengerjakan solusi untuk menghadapi tuntuan Rusia.
“Hari ini kami masih membayar dalam euro dan kami menunggu klarifikasi dalam kerangka Eropa. Soal pembayaran dalam rubel ini sejujurnya agak rumit dan kami mencoba mencari solusi untuk itu.” kata MacGregor, yang dikutip dari Reuters.com.
MacGregor menambahkan, ia sedang mempersiapkan rencana jika Rusia menghentikan pasokan gasnya, walaupun ia mengungkapkan tidak adanya kekhawatiran mengenai pasokan gas untuk bulan Mei, karena pembayaran berikutnya akan jatuh tempo pada akhir Mei.
Baca juga: Benar-benar Digdaya, Digempur Sanksi Barat, Penjualan Minyak Rusia Justru Tembus Rp 958 Triliun!
“Yang penting adalah mengantisipasi musim dingin mendatang. Karena itu, waktu penghentian adalah kuncinya. Semakin besar stok kita, semakin mudah kita melewati musim dingin berikutnya,” katanya.
Gas Rusia telah menyumbang sekitar 20 persen dari pasokan gas Engie dan 40 persen dari kebutuhan gas Eropa.
Komisis Eropa mengatakan pada hari Senin (2/5/2022) kemarin, kepatuhan pada skema pambayaran rubel yang diusulkan Rusia merupakan bentuk pelanggaran sanksi UE yang dijatuhkan kepada Rusia.
Komisi Eropa menjanjikan panduan yang lebih lengkap dan rinci, yang berisi langkah-langkah yang dilarang dan diperbolehkan untuk dilakukan perusahaan-perusahaan di Eropa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/jual-gas-dalam-rubel.jpg)