Menko Airlangga Didorong Perluas Pasar Ekspor UKM dan Koperasi ke Eropa

Memperluas pasar ke negara-negara Eropa, seperti Belanda, Jerman dan lainnya saat ini sangatlah tepat. Mereka sedang terdampak soal pasokan barang

Penulis: Reynas Abdila
Doc. Menko Bidang Perekonomian
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengajar Hubungan Internasional FISIP Universitas Nasional Robi Nurhadi menilai Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mampu menjembatani kepentingan negara berkembang dengan negara maju.

Bukan hanya bagu perusahaan besar tetapi bagi usaha rakyat menengah seperti kopra dan produk turunanya .

“Jadi, kalau Pak Menko mau memperluas pasar ekspor bagi barang-barang UKM dan koperasi ke Eropa seperti Belanda dan Jerman, itu memberi nilai tambah bagi masyarakat Indonesia umumnya. Dan kita perlu itu. Kita perlu UKM dan koperasi Go International,” ujar Robi kepada wartawan, Kamis (2/6/2022).

Baca juga: Bertemu PM Lee Hsien Long, Menko Airlangga Apresiasi Kerja Sama Bilateral Indonesia-Singapura

Robi menilai bahwa Airlangga berhasil membawa agenda Indonesia agar diterima dunia. 

Seperti diketahui bahwa Indonesia mendorong adanya arsitektur kesehatan global, transisi energi berkelanjutan, serta transformasi digital dan ekonomi.

“Memperluas pasar ke negara-negara Eropa, seperti Belanda, Jerman dan lainnya saat ini sangatlah tepat. Mereka sedang terdampak soal pasokan barang akibat perang Rusia-Ukraina,” ucap Robi.

Eropa juga sedang perlu negara tujuan investasi yang aman dari terdampak perang. Indonesia adalah negara yang tepat. Jadi bagus kalau Pak Menko Airlangga juga menarik Belanda dan Jerman untuk menambah investasinya di sini," tambah Robi.

Alumnus Center for History, Politic and Strategy UKM Malaysia ini mengingatkan bahwa tidak mudah menarik investasi luar masuk ke Indonesia, tapi lebih tidak mudah untuk mempertahankan investasi tersebut bertahan dan berkembang.

Baca juga: Menko Airlangga Temui PM Singapura Guna Perkuat Kerjasama Ekonomi Bilateral

“Karena itu, sebagaimana diharapkan Perdana Menteri Belanda dalam pertemuan tersebut, pastikan agar prosesnya semakin mudah dan terpercaya. Pak Airlangga kan berpengalaman di dunia usaha dan terlibat langsung dalam reformasi proses perizinan di Indonesia. Jadi, ya ia mengerti dan mungkin bisa meyakinkan pihak Belanda tersebut," ujar Robi.

Pada 2020, ekspor RI mencapai 3,11 miliar dolar AS maka wajar apabila Belanda jadi negara tujuan ekspor terbesar ke-11 bagi Indonesia.

Menurut Robi penerimaan negara-negara maju di dunia kepada Indonesia saat ini adalah hal yang biasa karena Presidensi G20 Indonesia.

Tapi penerimaan hangat kepada Menko Airlangga Hartarto yang bukan seorang presiden menjadi hal yang luar biasa. 

“Penerimaan tersebut bisa mengindikasikan bahwa dunia menerima kehadiran Airlangga sebagai pemimpin Indonesia ke depan," imbuhnya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved