Jumat, 5 Juni 2026

Agar Berdaya Saing, Gagas Pasok Energi Bersih ke Produsen Rotan

PT Gagas Energi Indonesia (Gagas) sebagai afiliasi Sub Holding Gas Pertamina melalui produk Gaslink membantu daya saing produk kerajinan rotan

Tayang:
Editor: Sanusi
HO
PT Gagas Energi Indonesia (Gagas) sebagai afiliasi Sub Holding Gas Pertamina melalui produk Gaslink membantu daya saing produk kerajinan rotan khas Indonesia untuk dapat lebih kompetitif dikancah global. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Gagas Energi Indonesia (Gagas) sebagai afiliasi Sub Holding Gas Pertamina melalui produk Gaslink membantu daya saing produk kerajinan rotan khas Indonesia untuk dapat lebih kompetitif di kancah global.

Sejak Januari 2022, Gagas menyalurkan gas bumi terkompresi (CNG) ke salah satu produsen mebel rotan di Cirebon yaitu PT Tanamas Industry Communitas dengan volume penyaluran mencapai 1.000 - 3.000 M³ per bulan.

"Gagas berkomitmen mendukung upaya produsen rotan seperti PT Tanamas Industry Communitas melalui penyediaan energi yang efisien dan bersih, sehingga para produsen rotan dalam negeri dapat terus berkembang dan memiliki daya saing di pasar internasional,” ujar Direktur Utama Gagas, Muhammad Hardiansyah dalam keterangannya, Senin (6/6/2022).

Baca juga: Dukung Kelancaran Arus Mudik, Subholding Gas Pertamina Salurkan Gaslink di Rest Area Km 72A

Menurutnya, penggunaan gas bumi dapat menghemat biaya energi dan lebih kompetitif sekitar 20 persen jika dibandingkan dengan bahan bakar lain, sehingga mendorong efisiensi biaya produksi.

Sampai dengan April 2022, Gagas telah melayani sekitar 202 pelanggan industi dan komersial yang belum terjangkau jaringan gas pipa dengan total penyaluran rata-rata mencapai 175.000 MMBTU per bulan.

Baca juga: Proyek Strategis Nasional Gunakan Produk Dalam Negeri, Capaian TKDN Pertamina Capai 60 Persen

“Komitmen Gagas adalah untuk dapat berkembang dan tumbuh bersama-sama pelanggan melalui pemanfaatan energi baik gas bumi. Komitmen ini tersebut sejalan dengan harapan pemerintah terkait peran aktif dunia usaha untuk membantu Indonesia agar tidak hanya menjadi produsen bahan baku rotan, tetapi juga menjadi produsen produk jadi rotan terbesar di dunia,” papar Hardiansyah.

PT Tanamas Industry Communitas menghasilkan kerajinan mebel rotan seperti kursi, meja, rak, stool dan furniture lainnya.

Selanjutnya hasil produksi mereka diekspor ke beberapa negara di Eropa dan Amerika. Usaha kerajinan ini beroperasi sejak tahun 1972 dan saat ini mampu mengekspor mebel rotan sekitar 20-30 kontainer per bulan.

Mengutip data dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, diperkirakan hampir 85 persen bahan baku rotan di seluruh dunia dihasilkan dari Indonesia.

Manajer Pabrik PT Tanamas Industry Communitas, Sonny A Tanams menyampaikan, penggunaan gas bumi memegang peranan penting dalam proses produksi mebel rotan.

“Gas bumi kami gunakan untuk burner pada saat proses pembuatan lengkungan-lengkungan pada mebel rotan. Semakin banyak model lengkungan yang dibuat maka akan semakin banyak gas bumi yang dibutuhkan,” jelas Sonny.

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved