Blibli Dikabarkan Akan Melantai di Bursa Efek, Analis Singgung soal Saham BUKA dan GOTO
Pada perdagangan hari ini, saham GOTO ditutup ke level batas bawah atau anjlok 6,78 persen ke level Rp 330 per saham
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penurunan harga saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT Bukalapak Tbk (BUKA), akan berdampak terdapat minat pelaku pasar dalam membeli saham IPO perusahaan e-commerce.
Hal tersebut pun akan berdampak terhadap kabar Blibli yang dikabarkan akan melakukan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun ini dengan target Rp 7,2 triliun.
"Melihat kinerja pergerakan saham BUKA dan GOTO, membuat investor akan lebih berhati-hati dan menghindari untuk beli saham-saham e-commerce pada saat IPO," tutur Andhika saat dihubungi, Senin (6/6/2022).
Baca juga: Harga Saham GOTO dan BBRI Kompak Melemah Pada Senin Sore
Pada perdagangan hari ini, saham GOTO ditutup ke level batas bawah atau anjlok 6,78 persen ke level Rp 330 per saham.
Hal yang sama juga terjadi pada saham BUKA yang merosot 6,58 persen atau 20 poin ke posisi Rp 284 per saham.
Blibli dikabarkan berencana menghimpun 500 juta dolar AS atau sekitar Rp 7,2 triliun dari penawaran umum perdana saham (IPO) di Bursa Efek Indonesia.
Saat ini proses IPO Blibli dikabarkan memasuki tahap finalisasi dalam beberapa minggu ke depan. Jika semua sesuai jadwal, saham Blibli akan diperdagangkan di bursa paling cepat pada akhir Juli.
Usai Laporkan Kinerja Keuangan, Saham GOTO Kini Anjlok Hingga 2 Persen Lebih
Pergerakan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berada di zona merah, setelah sehari sebelumnya perseroan melaporkan hasil kinerja keuangan.
Pada sesi pertama perdagangan Rabu (31/5/2022), saham GOTO dibuka stagnan di level Rp 314 per saham.
Setelah 23 menit perdagangan dimulai, saham GOTO melemah 2,55 persen atau 8 poin ke posisi Rp 306 per saham.
Baca juga: IHSG Sesi I Anjlok 1,64 Persen ke 7.064, Investor Asing Tadah Saham BMRI, ASII dan BBCA
Selama periode waktu tersebut, saham GOTO bergerak pada kisaran Rp 304 hingga Rp 314 per saham, dengan transaksi perdagangan sekitar Rp 233 miliar.
Mengutip laporan keuangan GOTO hingga 31 Maret 2022 yang tidak diaudit, rugi bersih pada kuartal I 2022 meningkat jadi Rp 6,47 triliun dari kerugian periode yang sama tahun sebelumnya Rp 1,81 triliun.
Sementara untuk pendapatan GOTO selama tiga bulan tahun ini, naik 65,48 persen menjadi Rp 1,49 triliun dari sebelumnya Rp 904,83 miliar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ihsg-ditutup-menguat-pada-perdagangan-perdana-2022_20220103_175427.jpg)