Industri Merasa Dipersulit Pasang PLTS Atap, Target Penurunan Emisi Bisa Meleset
Target 23 persen bauran energi terbarukan dan penurunan emisi pada tahun 2025 diprediksi tidak akan tercapai.
“Kekurangan ini coba ditambah dengan PLTS atap, dengan target 3,6 GW sampai 2025. Tindakan PLN membatasi 10-15 % kapasitas PLTS membuat keekonomian PLTS jadi rendah dan tidak menarik. Minat masyarakat memasang PLTS atap menjadi turun. Konsekuensinya kita akan gagal mencapai target energi terbarukan dan target penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) dan NDC," kata Fabby.
Kajian terbaru Trend Asia, organisasi sipil yang fokus pada isu lingkungan, menyebutkan, dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir penambahan kapasitas terpasang pembangkit energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia sangat rendah, hanya 0,8 % per tahun.
Peneliti Trend Asia Andri Prasetyo mengatakan, dengan sisa waktu yang ada dan upaya penambahan target bauran EBT yang mbelum berjalan maksimal, Permen PLTS Atap diharapkan dapat menggenjot capaian bauran energi dalam beberapa tahun ke depan melalui strategi pelibatan multipihak.
“Sayangnya ini tidak berjalan. Dengan kondisi dan kebijakan saat ini, target 23 % bauran EBT pada 2025 besar kemungkinan gagal untuk tercapai," tegas Andri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bangun-plts-atap-di-63-spbu-pertamina-dorong-transisi-energi.jpg)