Gejolak Rupiah

Jumat Pagi, Rupiah Semakin Loyo, Turun 57 poin

rupiah berada pada level Rp 14.824 per dollar AS, di penutupan sebelumnya tercatat Rp 14.767 per dollar AS.

Penulis: Bambang Ismoyo
Editor: Sanusi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Melansir data Bloomberg, rupiah berada pada level Rp 14.824 per dollar AS, di penutupan sebelumnya tercatat Rp 14.767 per dollar AS. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS melemah di pasar spot pada Jumat (17/6/2022).

Melansir data Bloomberg, rupiah berada pada level Rp 14.824 per dollar AS, di penutupan sebelumnya tercatat Rp 14.767 per dollar AS.

Nilai tukar rupiah diprediksi akan bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga penutupan perdagangan.

Baca juga: Melemah, Rupiah di Atas Rp 14.800 per Dolar AS Pada Jumat Pagi

Salah satunya adalah efek dari kebijakan The Fed yang mengerek suku bunga sebesar 75 basis poin.

Pengamat pasar uang sekaligus Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuabi mengatakan, nilai tukar rupiah dibayangi oleh sentimen kenaikan suku bunga The Fed.

“Kemarin (Kamis, 16/6) mata uang rupiah kembali melemah 22 poin walaupun sebelumnya sempat menguat 25 point di level Rp 14.767 dari penutupan sebelumnya di level Rp 14.745,” ungkap Ibrahim, (17/6/2022).

Baca juga: The Fed Kerek Suku Bunga, Ini Dampak Jika Tidak Direspons Serius oleh Bank Indonesia

“Untuk perdagangan Jumat (17/6), mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif. Namun nantinya diprediksi akan ditutup melemah di rentang Rp 14.750 - Rp 14.810,” lanjutnya.

Sebagai informasi, The Fed memutuskan menaikkan Fed Funds Rate sebesar 75 basis poin menjadi 1,75 persen sebagai respons terhadap inflasi AS yang semakin tinggi.

“Hal tersebut bertujuan untuk menjinakkan inflasi setelah indeks harga konsumen naik 8,6 persen (year on year/yoy) di bulan Mei, terbesar sejak 1994,” pungkas Ibrahim.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved