Senin, 8 Juni 2026

Harga Solar di Indonesia Terlalu Murah, Pertamina: Seharusnya Rp 18.150 Per Liter

Harga jual solar di Indonesia sudah terlalu murah dan jauh di bawah harga keekonomian Pertamina yang saat ini adalah Rp 18.150 per liter.

Tayang:
Editor: Choirul Arifin
KOMPAS.com/YOGA HASTYADI
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pertamina menilai harga jual solar di Indonesia sudah terlalu murah dan jauh di bawah harga keekonomiannya. Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, harga keekonomian solar saat ini adalah Rp 18.150 per liter.

Sementara, Pertamina menjual solar Jenis BBM Tertentu (JBT) hanya sebesar Rp 5.150 per liter. 

Dengan demikian, ada selisih harga yang harus ditanggung pemerintah dalam bentuk subsidi mencapai Rp 13.000 per liter.

Untuk bahan bakar lain, seperti Pertalite, Pertamina saat ini menjual Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) tersebut di harga hanya Rp 7.650 per liter.

Menurut Nicke Widyawati, harga ini juga jauh di bawah harga keekonomian di Juli 2022 yang sudah mencapai Rp 17.200 per liter. Artinya ada selisih harga sebesar Rp 9.550 per liter yang harus ditanggung Pemerintah.

Nicke menjelaskan, harga keekonomian BBM dan LPG saat ini naik tajam karena lonjakan harga minyak dunia. Perubahan harga minyak mentah di pasar dunia langsung berpenhgaruh pada harga jual BBM di Tanah Air.

Dia mengatakan, Indonesia juga menerapkan harga yang merefer ke Brent. Kita menggunakan Indonesian Crude Price (ICP) yang secara rata-rata biasanya US$ 2 di bawah Brent.

Baca juga: Di Hadapan DPR Bos Pertamina Ungkap Harga Keekonomian BBM, Pertalite Harusnya Rp 17.200 per Liter

"Jadi otomatis pergerakan Brent atau harga minyak dunia otomatis mengerek kenaikan ICP," ujar Nicke di acara Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI, Rabu, 6 Juli 2022.

Nicke menambahkan, kenaikan harga minyak dunia baik untuk minyak dan gas sudah jauh melampaui asumsi yang ditetapkan dalam APBN maupun RKAP Pertamina di tahun 2022.

Secara khusus, harga produk BBM dan LPG pun ikut terkerek pada kondisi saat ini.

Baca juga: Uji Coba MyPertamina, Sudah 50.000 Pemilik Mobil Daftar Pembelian Pertalite dan Solar

Pertamina saat ini menjual Pertamax dengan harga Rp 12.500 per liter. Harga keekonomian produk Pertamax per Juli 2022 mencapai Rp 17.950 per liter.

Artinya, selisih harga jualnya mencapai Rp 5.450 per liter. Nicke mengungkapkan, pihaknya masih belum akan melakukan penyesuaian harga untuk Pertamax.

Baca juga: Pertamina Beberkan Jenis Kendaraan yang Berhak Konsumsi Pertalite

"Kita juga pakai kalau Pertamax kita naikkan setinggi ini maka shifitng ke Pertalite akan terjadi dan ini akan menambah beban negara," terang Nicke.

Sementara itu, harga jual LPG subsidi juga kini masih dibanderol sebesar Rp 4.250 per kg. Padahal harga keekonomiannya sudah mencapai Rp 15.698 per kg.

Dengan demikian selisih yang harus ditanggung pemerintah dalam bentuk subsidi mencapai Rp 11.448 per kg.

Nicke menjelaskan, saat ii Pertamina terus memantau pergerakan harga di pasar dunia. Selain itu, pihaknya juga tetap melakukan kordinasi dengan pemerintah untuk menerapkan kebijakan yang sesuai.

Laporan Reporter: Filemon Agung | Sumber: Kontan

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved