Harga Listrik di Jerman Melonjak Dua Kali Lipat, Tembus 372,60 Euro Per Megawatt

Harga listrik yang diperdagangkan di Jerman dilaporkan telah mengalami lonjakan hingga dua kali lipat

pixabay/Couleur
Ilustrasi listrik. Harga listrik yang diperdagangkan di Jerman dilaporkan telah mengalami lonjakan hingga dua kali lipat, setelah aktivitas pipa Nord Stream yang membawa gas Rusia ke Jerman dihentikan selama sepuluh hari kedepan. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Namira Yunia Lestanti

TRIBUNNEWS.COM, BERLIN – Harga listrik yang diperdagangkan di Jerman dilaporkan telah mengalami lonjakan hingga dua kali lipat, setelah aktivitas pipa Nord Stream yang membawa gas Rusia ke Jerman dihentikan selama sepuluh hari kedepan.

Penghentian tersebut terjadi lantaran pipa Nord Stream 1 tengah mengalami pemeliharaan tahunan, hal inilah yang membuat pasokan gas Jerman mengalami perlambatan pada Senin (11/7/2022).

Meski Rusia telah menegaskan bahwa pemutusan ini hanya berlangsung secara sementara, namun adanya kekhawatiran yang berlebih pada para importir gas Jerman membuat harga listrik di negara ini dipatok naik hingga dua kali lipat menjadi 372,60 euro per megawatt-jam dalam lelang Epex Spot SE, pada Minggu (10/7/2022).

Baca juga: Listrik Padam 30 Menit di Terowongan Mina, Jemaah Haji Indonesia yang Sempat Tertahan Bisa Keluar

Harga tersebut bahkan jadi yang tertinggi sejak Maret lalu, lonjakan ini tentunya menjadi pukulan keras bagi jutaan rumah tangga dan pabrik yang ada di Jerman.

Apabila kondisi ini berlangsung selama beberapa minggu kedepan, maka angka inflasi Jerman dipastikan ikut melonjak ke level tertinggi, hingga negara pimpinan Kanselir Olaf Scholz ini jatuh dalam jurang resesi.

Sebelum aliran pipa Nord Stream 1 diputus oleh Rusia, pemerintah Jerman sendiri diketahui telah aktif memanfaatkan fasilitas pembangkit listrik tenaga angin dengan membangun ladang turbin di lepas pantai.

Namun sayangnya output listrik yang dikeluarkan dari tenaga ini hanya mampu menyumbang energi sebesar 8.242 megawatt pada tengah malam sementara pada siang hari output listrik akan menurun drastis menjadi sekitar 2.000 megawatt, melansir dari Bloomberg.

Inisiatif Jerman tak sampai disitu, pihaknya juga turut mengembangkan tenaga panel surya untuk menopang kebutuhan listrik jutaan warganya, namun lagi-lagi output yang dikeluarkan dari energi ini belum cukup mampu mencukupi kebutuhan listrik masyarakat Jerman.

Baca juga: Jerman Aktifkan Pembangkit Listrik Tenaga Batu Bara, Imbas Rusia Batasi Aliran Gas

Dimana panel surya hanya mampu menghasilkan listrik dengan daya 24.254 megawatt, angka ini terpaut jauh dari jumlah yang dibutuhkan Jerman yaitu sekitar 36.833 megawatt.

Alasan inilah yang kemudian membuat harga listrik di Jerman dipatok dengan harga yang mahal, diperkirakan harga tersebut akan kembali melonjak pada pekan ini mengingat saat ini Jerman tengah dihantam gelombang panas.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved