Menparekraf: Pelatihan SDM Pariwisata di Labuan Bajo Belum Cukup

Sandiaga Uno mengatakan pelatihan kompetensi dan keterampilan Sumber Daya Manusia (SDM) sektor pariwisata di Labuan Bajo, NTT, dirasa belum cukup

Editor: Sanusi
Reynas Abdila/Tribunnews.com
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan pelatihan kompetensi dan keterampilan Sumber Daya Manusia (SDM) sektor pariwisata di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), dirasa belum cukup sehingga perlu untuk ditingkatkan. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan pelatihan kompetensi dan keterampilan Sumber Daya Manusia (SDM) sektor pariwisata di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), dirasa belum cukup sehingga perlu untuk ditingkatkan.

Sandiaga menjelaskan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) perkembangan infrastruktur harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas SDM pariwisata agar lebih mumpuni dan berkelas dunia menyambut kedatangan wisatawan.

Ia menuturkan, ada permintaan dari masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat untuk mendirikan politeknik pariwisata agar kompetensi SDM meningkat dari sisi keterampilan dan skill, melalui upskilling, reskilling, dan new skiling.

Baca juga: Sandiaga Uno Optimistis Sektor Parekraf Ciptakan 1,1 Juta Lapangan Kerja Tahun Ini

"Selama ini sudah dilakukan pelatihan-pelatihan dari BPOLBF (Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores) namun dirasakan kurang cukup merespons semakin meningkatnya jumlah wisatawan sehingga hotel-hotel, vila-vila, homestay dan phinisi, harus diperkuat SDM yang mumpuni dan berkelas dunia," ujar Sandiaga dalam keterangannya, Sabtu (23/7/2022).

Baca juga: Presiden Jokowi Resmikan Penataan Kawasan Marina Labuan Bajo

Sandiaga mengatakan, akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk merealisasikan berdirinya sekolah pendidikan pariwisata di Labuan Bajo. Hal tersebut dinilai akan menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing SDM pariwisata.

Namun seiring dengan perencanaan pendirian Poltekpar yang memerlukan waktu panjang, pihaknya akan tetap membekali pelatihan dan pendampingan bagi pelaku parekraf.

“Kami akan memberikan pelatihan hingga pendampingan sampai nanti waktunya tiba untuk kita mengembangkan Poltekpar, baik hasil kerja sama dengan pemerintah daerah atau bekerja sama dengan pihak lainnya,” ucap Sandiaga.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved