Jumat Sore Rupiah Makin Perkasa Terhadap Dolar AS, Tembus Level Rp14.668

Nilai tukar mata uang Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di level Rp14.668 pada Jumat sore

Penulis: Bambang Ismoyo
Editor: Hendra Gunawan
Istimewa
Ilustrasi mata uang rupiah dan dolar AS. Nilai tukar mata uang Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di level Rp14.668 pada Jumat sore (12/8/2022). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nilai tukar mata uang Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di level Rp14.668 pada Jumat sore (12/8/2022).

Sebelumnya pada penutupan kemarin (11/8/2022), mata uang Garuda berada di level Rp14.765 per dolar AS.

Pengamat Pasar Keuangan Ibrahim Assuaibi mengatakan, fluktuasi nilai tukar dolar AS terhadap mata uang negara lain termasuk Rupiah, dipengaruhi adanya faktor eksternal dan internal.

Untuk faktor eksternal, dolar AS sedikit lebih rendah pada Jumat terimbas sentimen data inflasi AS pada bulan Juli.

Baca juga: Rupiah Dekati Level Rp 14.700, Makin Menguat di Perdagangan Jumat Pagi

“Hal ini mendorong para pedagang untuk memutar kembali ekspektasi kenaikan suku bunga di masa depan oleh Federal Reserve,” ucap Ibrahim kepada Tribunnews, Jumat (12/8/2022).

Sementara itu untuk faktor internal, penguatan Rupiah didukung oleh sentimen defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang diperkirakan dapat mencapai tingkat yang lebih rendah sekitar 3,8 persen dari proyeksi pemerintah terakhir di 3,9 persen dari Produk Domestic Bruto (PDB).

Penyebabnya adalah kenaikan harga komoditas unggulan Indonesia di pasar global menambah penerimaan negara secara signifikan pada tahun ini.

Penerimaan negara yang meningkat tersebut memberikan ruang bagi pemerintah untuk menambah subsidi energi sehingga kenaikan harga di dalam negeri tidak setinggi di banyak negara lainnya.

Adapun, Kementerian Keuangan mencatat surplus APBN telah mencapai Rp106,1 triliun per Juli 2022 atau mencapai 0,57 persen dari PDB.

Capaian tersebut meningkat dari bulan sebelumnya yang mencapai Rp73,6 triliun atau 0,39 persen dari PDB.

Dengan demikian, Ibrahim memperkirakan nilai tukar mata uang Garuda pada pekan depan bakal mengalami fluktuasi di rentang Rp14.650 hingga Rp14.720.

“Sedangkan untuk perdagangan Senin depan, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp 14.650 hingga Rp14.720,” pungkasnya. 

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved