Agustus Diprediksi Deflasi 0,10 Persen, Dikontribusi Cabai Merah dan Bawang Merah

Bank Indonesia (BI) memprediksi akan terjadi deflasi 0,10 persen secara bulanan (month to month/mtm) di bulan Agustus 2022

Penulis: Bambang Ismoyo
Editor: Choirul Arifin
TRIBUNNEWS/JEPRIMA
Pedagang merapikan tumpukan cabai di los sayur dan kebutuhan pokok di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (20/6/2022). Bank Indonesia (BI) memprediksi akan terjadi deflasi 0,10 persen secara bulanan (month to month/mtm) di bulan Agustus 2022 yang dikontribusi cabai merah dan bawang merah. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memprediksi akan terjadi deflasi 0,10 persen secara bulanan (month to month/mtm) di bulan Agustus 2022 mengacu pada hasil survei pemantauan harga yang dilakukan pada minggu kedua Agustus 2022.

Menurut Bank Sentral, perkembangan harga pada periode tersebut dinilai masih relatif terkendali.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Erwin Haryono mengatakan, penyumbang utama inflasi bulan ini adalah komoditas bawang merah hingga cabai merah.

“Penyumbang utama deflasi Agustus 2022 sampai dengan minggu kedua yaitu komoditas bawang merah -0,14 persen (mtm), cabai merah -0,09 persen (mtm), cabai rawit dan minyak goreng masing-masing sebesar -0,06 persen (mtm), daging ayam ras -0,04 persen (mtm), tarif angkutan udara -0,03 persen (mtm),” jelas Erwin di Jakarta, Jumat (12/8/2022).

“Kemudian untuk tomat -0,02 persen (mtm), serta bayam dan jeruk masing-masing sebesar -0,01 persen (mtm),” sambungnya.

Bank Indonesia juga mencatat sejumlah komoditas yang mengalami inflasi.

Baca juga: BI Prediksi Februari Deflasi 0,05 persen, Migor hingga Cabai Rawit Jadi Penyumbang Utama

Komoditas tersebut seperti Bahan Bakar Rumah Tangga 0,08 persen (mtm), rokok kretek filter 0,03 persen (mtm), air kemasan dan beras masing-masing sebesar 0,01 persen (mtm).

Erwin mengungkapkan, Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait.

Hal tersebut dilakukan untuk tetap mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah tekanan eksternal yang meningkat.

Baca juga: Bank Indonesia Sebut Harga Pangan Dorong Deflasi Indeks Harga Konsumen Juni 2021

"Serta terus mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut," pungkas Erwin.

 
 

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved